Chandra: Pembangunan Pati Harus Selaras dengan Pemajuan Kebudayaan

Abdul Rochim • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Festival budaya dalam rangka memperingati hari jadi ke-703 Kabupaten Pati, Sabtu (8/8). (HUMAS PATI)
Festival budaya dalam rangka memperingati hari jadi ke-703 Kabupaten Pati, Sabtu (8/8). (HUMAS PATI)

PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan pembangunan Kabupaten Pati harus berjalan selaras dengan pemajuan kebudayaan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Sabtu (8/8/2026) malam.

Chandra mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Baca Juga: Semester I 2026, Investasi Pati Tembus Rp342 Miliar dan Didominasi Modal Asing

Kebudayaan juga harus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan karena memiliki peran dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Pembangunan di Kabupaten Pati harus berjalan selaras antara pembangunan fisik dan pembangunan kebudayaan, di mana kebudayaan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pembangunan menuju Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Chandra.

Menurutnya, Pati memiliki kekayaan budaya yang patut terus dilestarikan.

Saat ini, terdapat enam karya budaya asal Pati yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Dua di antaranya adalah Gongcik dan Kethoprak yang ditetapkan sebagai WBTb pada 2025. Capaian tersebut, kata Chandra, menjadi bukti kekayaan budaya Pati sekaligus tanggung jawab untuk terus merawat dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Chandra berharap Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati dapat menjadi etalase keberagaman budaya dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.

 Pertunjukan yang ditampilkan diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Jadikan karnaval ini sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda. Budaya harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat,” ucapnya.

Selain pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Keterlibatan pelaku UMKM serta pengenalan potensi wisata daerah menjadi bagian dari upaya menghubungkan sektor budaya dengan aktivitas ekonomi lokal.

Chandra menilai penguatan budaya, pariwisata, dan UMKM dapat dilakukan secara beriringan untuk menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati melalui tema “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan.”

Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 digelar Pemerintah Kabupaten Pati pada Sabtu (8/8/2026), mulai pukul 18.00 WIB di Alun-Alun Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut diikuti dan disaksikan masyarakat sebagai bagian dari perayaan keberagaman sekaligus penguatan jati diri budaya daerah.

Turut hadir Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Forkopimda beserta istri, Pj Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, serta kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. (*/him)

 

Editor : Abdul Rochim
budaya Pati Karnaval Budaya Pati 2026 Festival Adhi Loka Pati Hari Jadi ke-703 Pati Risma Ardhi Chandra