PATI – Nilai investasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sepanjang semester pertama 2026 mencapai Rp342 miliar. Capaian tersebut merupakan akumulasi investasi yang masuk selama periode Januari hingga Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, dari total tersebut, penanaman modal asing (PMA) menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp175 miliar.
“Memasuki semester I tahun 2026 kembali tercatat bertambah investasi sebesar Rp342 miliar. Di antaranya terdiri dari penanaman modal asing sebesar Rp175 miliar,” kata Chandra.
Menurutnya, capaian investasi pada paruh pertama tahun ini menunjukkan adanya ketertarikan investor terhadap Kabupaten Pati. Hal tersebut juga menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui masuknya investasi.
Pada 2025, total investasi yang masuk ke Kabupaten Pati tercatat mencapai Rp1,661 triliun. Dengan capaian pada semester pertama 2026 tersebut, Chandra optimistis nilai investasi tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.
Ia menegaskan, Pemkab Pati akan terus membuka ruang bagi investasi dengan tetap memastikan keberadaan investasi memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pembangunan ekonomi harus terus kita dorong. Kabupaten Pati harus menjadi daerah yang terbuka terhadap investasi. Tetapi tetap mampu memastikan bahwa investasi memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Chandra menilai capaian investasi tersebut juga menunjukkan adanya peluang sekaligus kepercayaan investor terhadap Kabupaten Pati. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat agar investor mendapatkan kepastian dalam menjalankan usahanya.
“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa peluang dan kepercayaan terhadap Kabupaten Pati. Namun tugas kita tidak terhenti mendatangkan investasi,” katanya.
Pihaknya akan memberikan kepastian hukum serta mendorong percepatan pelayanan perizinan bagi investor. Pemerintah juga akan memastikan investasi yang masuk dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Tugas kita adalah memastikan iklim investasi yang sehat, memberikan kepastian hukum, mempercepat pelayanan perizinan serta mendorong agar investasi mampu membuka lapangan kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal,” pungkasnya. (adr)
Editor : Admin