PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat delapan kasus kematian ibu hamil hingga Juli 2026.
Meski lebih rendah dibandingkan total kasus sepanjang tahun sebelumnya, angka tersebut dinilai masih memerlukan perhatian serius karena berpotensi meningkat hingga akhir tahun.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan tren kematian ibu dalam lima tahun terakhir masih berfluktuasi.
Pada 2021 tercatat 21 kasus, turun menjadi 13 kasus pada 2022, kemudian naik menjadi 18 kasus pada 2023.
Baca Juga: AMPB Ultimatum Kejari Pati, Minta Tersangka Korupsi Dana Desa Ditahan dalam Lima Hari
Selanjutnya, pada 2024 terdapat 12 kasus, tahun 2025 sebanyak 13 kasus, dan hingga Juli 2026 sudah mencapai delapan kasus.
Menurut Luky, masih tingginya angka kematian ibu dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya rendahnya kesadaran menjaga kesehatan selama kehamilan, pola makan yang kurang baik, serta belum rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.
Ia mengakui pemantauan terhadap ibu hamil masih menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut membuat deteksi dini terhadap risiko kehamilan belum berjalan optimal sehingga penanganan medis terkadang terlambat dilakukan.
"Pemantauan terhadap ibu hamil belum optimal. Kondisinya belum sepenuhnya dapat dipantau secara akurat, termasuk dalam menganalisis risiko. Akibatnya, pengambilan keputusan terkadang terlambat," ujarnya.
Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinkes Pati membentuk Forum Komunikasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat koordinasi serta mempercepat deteksi risiko kehamilan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan kondisi ibu hamil dapat dipantau lebih intensif sehingga penanganan medis dapat diberikan lebih cepat sebelum komplikasi berkembang.
Selain itu, Dinkes juga terus menjalankan program pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui klinik KIA di setiap puskesmas.
Program tersebut mencakup pendampingan dan pemantauan ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan. (adr)
Editor : Abdul Rochim