Ruang Terbuka Publik Representatif di Pati Masih Minim

Achmad Ulil Albab • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 18:52 WIB

Suasana Alun – Alun Simpanglima Pati yang menjadi tempat ruang terbuka hijau paling representatif Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)
Suasana Alun – Alun Simpanglima Pati yang menjadi tempat ruang terbuka hijau paling representatif Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)

PATI – Ketersediaan ruang terbuka publik yang representatif di Kabupaten Pati masih dinilai terbatas.

Hingga saat ini, Alun-alun Simpang Lima Pati masih menjadi ruang publik utama yang paling memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai tempat berkumpul, berolahraga, hingga menikmati waktu bersama keluarga.

Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Henri Setiawan, mengatakan Alun-alun Simpang Lima Pati menjadi satu-satunya ruang terbuka publik yang paling representatif di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pantai Lestari Dipenuhi Limbah Tapioka dan Sampah, Wisata Andalan Bulumanis Kidul Kian Terbengkalai

"Yang representatif biasanya memang Alun-alun Simpang Lima Pati. Di sana menjadi tempat yang banyak menarik masyarakat untuk beraktivitas," ujarnya.

Menurut Henri, sebenarnya Kabupaten Pati memiliki sejumlah ruang terbuka publik yang tersebar di berbagai kecamatan.

Namun, sebagian besar belum memenuhi standar sebagai ruang publik yang nyaman karena belum mendapatkan penataan secara optimal.

Beberapa ruang terbuka tersebut di antaranya Hutan Kota Kalidoro, Hutan Pelangiran, Alun-alun Timur Pati, serta alun-alun di Kecamatan Tayu, Juwana, Jakenan, dan Kayen.

"Tempat-tempat itu ada, tetapi sampai sekarang belum tersentuh penataan secara maksimal karena keterbatasan anggaran," jelasnya.

DLH Kabupaten Pati sebelumnya telah mengusulkan penataan dan revitalisasi sejumlah ruang terbuka publik kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Beberapa lokasi yang diusulkan antara lain Alun-alun Tayu dan Alun-alun Juwana agar dapat menjadi ruang publik yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, usulan tersebut hingga kini belum dapat direalisasikan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

"Kami sebenarnya menginginkan penataan seperti itu. Beberapa lokasi sudah pernah diusulkan, termasuk Alun-alun Tayu dan Juwana, tetapi masih terkendala anggaran," katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya menambah ruang terbuka publik yang representatif.

Salah satunya melalui pengembangan kawasan Alun-alun Kembang Joyo yang saat ini tengah dioptimalkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati.

Selain itu, penataan Alun-alun Timur Pati juga terus diupayakan meski hasilnya dinilai belum maksimal.

"Untuk lokasi lainnya, termasuk Alun-alun Timur, sudah diupayakan bersama Disdagperin, tetapi hasilnya masih belum maksimal," pungkas Henri. (aua)

Editor : Abdul Rochim
ruang terbuka publik Pati Alun-alun Tayu Alun-alun Juwana dlh pati Alun-alun Simpang Lima Pati