PATI – Rencana pengoperasian kembali asrama bekas Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati menuai penolakan dari sebagian warga.
Meski disebut akan menggunakan yayasan baru, warga khawatir pengelolanya masih melibatkan pihak-pihak lama sehingga persoalan yang pernah mencuat dikhawatirkan kembali terulang.
Salah seorang warga setempat, Kusnadi, mengaku memperoleh informasi mengenai rencana penggunaan kembali asrama tersebut saat audiensi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati.
Baca Juga: Bangunan Asrama Ponpes Ndholo Kusumo Pati Kembali Digunakan, Warga Mengaku Resah
Menurutnya, operasional asrama nantinya disebut tidak lagi menggunakan Yayasan Ndholo Kusumo, melainkan yayasan yang baru.
"Rencananya memang memakai yayasan baru, bukan lagi Ndholo Kusumo," ujarnya.
Meski demikian, Kusnadi menilai pergantian nama yayasan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila orang-orang yang sebelumnya terlibat dalam pengelolaan masih memiliki peran.
"Tapi percuma kalau Hari (terduga pelaku) dan orang-orangnya masih tetap sama. Memang rencananya pakai yayasan baru," katanya.
Baca Juga: Cabut Operasional Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Kemenag Dituduh Begini
Ia mengatakan, sebagian warga masih merasa resah dan menolak rencana tersebut karena khawatir berbagai persoalan yang pernah terjadi kembali terulang.
"Masyarakat tetap merasa resah karena sudah banyak kasus yang terjadi," ucapnya.
Selain itu, Kusnadi juga menyampaikan adanya dugaan persoalan dalam pengelolaan yayasan, termasuk dugaan penyalahgunaan bantuan.
Ia menyebut bantuan yang seharusnya diterima menurut penilaiannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Ia juga mengungkapkan dugaan lain terhadap salah satu pengurus yayasan.
Namun, hingga kini tudingan tersebut belum mendapatkan putusan hukum yang berkekuatan tetap maupun tanggapan dari pihak yang disebut.
Kusnadi berharap pengelola yayasan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang sempat mencuat.
"Seharusnya sebagai ketua yayasan mengetahui persoalan yang sudah berlangsung lama. Kalau memang ada oknum yang bermasalah, mestinya tidak lagi dilibatkan dan harus ada tanggung jawab," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati Ahmad Syaikhu mengaku belum mengetahui informasi mengenai rencana pengoperasian kembali asrama tersebut.
Ia juga mengaku tidak mengetahui pihak yang memasang banner terkait penggunaan kembali asrama.
"Mungkin. Itu siapa yang memasang," ujarnya.
Ahmad Syaikhu juga menyayangkan apabila nama Kemenag dikaitkan dengan rencana tersebut.
Menurutnya, Kemenag tidak pernah memberikan izin ataupun terlibat dalam pembukaan kembali asrama bekas Ponpes Ndholo Kusumo.
"Karena sudah dicabut ponpesnya, ya mestinya sudah tidak ada hubungan dengan Kemenag," pungkasnya. (adr)
Editor : Abdul Rochim