Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Dugaan Keracunan MBG di Blora

Eko Santoso • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:44 WIB

Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Polres Blora terus mendalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen.

Hingga kini, penyidik telah meminta keterangan dari enam orang yang terkait dengan penyediaan dan pelaksanaan program tersebut.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan, enam saksi berasal dari pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti serta pihak sekolah.

Dari SPPG Bogowanti, penyidik telah memeriksa mitra dapur, asisten lapangan (aslap), dan ahli gizi.

Baca Juga: Dapur MBG Bogowanti Blora Ditutup Sementara, 19 Siswa Korban Dugaan Keracunan Sudah Pulih

Sementara dari pihak sekolah, keterangan diambil dari kepala sekolah serta koordinator program MBG.

Menurut Zaenul, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dugaan keracunan.

Sejumlah barang bukti juga telah diamankan, di antaranya ompreng yang masih berisi makanan dan sampel susu kemasan yang telah dibagikan kepada para siswa.

Meski demikian, susu yang diduga menjadi penyebab keracunan tidak lagi tersedia untuk diamankan.

Sampel yang diperlukan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk dilakukan pemeriksaan.

Polisi juga berencana meminta klarifikasi dari sekolah-sekolah lain yang menerima distribusi MBG dari SPPG Bogowanti.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah dugaan susu bermasalah hanya terjadi di SDN Sendangrejo atau juga dialami sekolah lain.

"Klarifikasi bertujuan menemukan fakta, termasuk apakah susu yang meledak hanya terjadi di SD Sendangrejo atau juga di sekolah lain. Sementara sekolah lain belum dimintai keterangan," ujar Zaenul.

Apabila hasil uji laboratorium membuktikan susu yang dikonsumsi para siswa dalam kondisi basi atau tidak layak, penyidik akan memperluas penyelidikan hingga ke pihak distributor maupun pengirim susu. (tos)

 

Editor : Abdul Rochim
SPPG Bogowanti SDN Sendangrejo AKP Zaenul Arifin Polres Blora keracunan mbg