PATI – Seorang perempuan berinisial D, warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya pada Kamis (23/7) pagi.
Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca Juga: Wisata Gua Pancur Pati Butuh Penataan Maksimal, Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Andalan Lagi
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi penganiayaan diduga dipicu karena pelaku tidak terima hubungan asmara mereka telah berakhir dan korban dikabarkan akan menikah dengan pria lain.
Kepala Desa Sinomwidodo, Rakimin, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku merupakan mantan pacar korban yang berasal dari Kecamatan Trangkil.
"Korban berinisial D, warga Sinomwidodo. Pelakunya dari Trangkil. Korban mengalami luka cukup berat akibat sabetan senjata tajam di bagian tangan dan perut," ujarnya.
Rakimin menjelaskan, hubungan keduanya telah lama berakhir.
Namun, pelaku diduga terus memaksa korban agar kembali menjalin hubungan.
Bahkan, pelaku disebut beberapa kali melontarkan ancaman pembunuhan apabila korban menolak ajakan untuk balikan.
"Dulu memang pernah berpacaran. Setelah putus, pelaku beberapa kali mengancam korban. Bahkan pernah membawa kapak dan mengancam akan membunuh jika korban tidak mau balikan," katanya.
Ia menduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
Pelaku disebut masuk ke rumah korban melalui pintu belakang sambil membawa sejumlah barang, seperti linggis, senjata tajam, tali, dan lakban.
"Pelaku masuk lewat pintu belakang. Dia membawa linggis, senjata tajam, tali, dan lakban," jelas Rakimin.
Aksi pelaku diketahui warga yang kemudian berupaya mengamankannya sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
Untuk mengantisipasi kerumunan massa, pelaku sempat diamankan di Polsek Tambakromo sebelum dipindahkan ke Polresta Pati.
"Pelaku sudah diamankan. Awalnya dibawa ke Polsek, kemudian dipindahkan ke Polresta karena banyak warga yang berdatangan. Dugaan sementara mengarah pada percobaan pembunuhan," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian tangan, perut, dan kaki. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban masih keponakan saya. Saat ini dirawat di rumah sakit karena mengalami luka di tangan, perut, dan kaki," tutur Rakimin.
Ia menambahkan, persoalan antara korban dan pelaku sebelumnya sempat dimediasi.
Namun, pelaku diduga kembali melakukan ancaman hingga akhirnya terjadi aksi pembacokan.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap secara utuh motif serta kronologi kejadian tersebut. (adr/him)