Melihat Panen Raya Tebu Varietas PSKA 095 Inovasi PG Trangkil, Petani Senang karena Lebih Produktif dan Perawatan Mudah

Admin • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 11:38 WIB
Direktur Utama PT Kebon Agung bersama pimpinan PG Trangkil dan petani tebu melakukan panen raya varietas unggul PSKA 095 di Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Direktur Utama PT Kebon Agung bersama pimpinan PG Trangkil dan petani tebu melakukan panen raya varietas unggul PSKA 095 di Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

PATI – PT Kebon Agung unit PG Trangkil terus memperkuat upaya peningkatan produktivitas tebu melalui pengembangan varietas unggul PSKA 095.

Varietas hasil riset tersebut dinilai mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung target swasembada gula nasional melalui sinergi erat antara perusahaan dan petani.

Baca Juga: Penyerapan Tebu Tetap Berjalan, PT GMM di Blora Pastikan Harga Petani Tetap Wajar

Direktur Utama PT Kebon Agung, Didid Taurisianto, mengatakan perusahaan telah menyiapkan laboratorium kultur jaringan dan kebun pembenihan untuk menjamin kualitas serta kuantitas benih tebu yang disalurkan kepada petani.

Menurutnya, kemurnian, legalitas, dan ketersediaan benih menjadi prioritas sehingga petani dapat mengakses benih PSKA dengan mudah.

Perusahaan juga memberikan fasilitas pinjaman dan subsidi harga benih bagi petani mitra sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas.

"Kami memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan produktivitas demi meningkatkan pendapatan petani," ujarnya usai melihat proses panen tebu di lahan milik Sunaryo di Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso, Sabtu (18/7).

Baca Juga: Tasyakuran Tutup Giling 2024, PG Trangkil Sukses Produksi Gula 90 Ribu Ton

Didid menegaskan, keberhasilan penyebaran varietas PSKA tidak lepas dari kemitraan yang terjalin antara PG Trangkil dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Trangkil.

Ia menjelaskan, PSKA 095 dirakit bersama para ahli dengan tiga keunggulan utama, yakni memiliki kandungan gula tinggi, bobot tebu per satuan luas yang meningkat, serta kandungan sabut yang ideal untuk mendukung kebutuhan bahan bakar pabrik gula.

"Di lahan milik Pak Sunaryo, produktivitas PSKA 095 sudah mencapai sekitar 130 hingga 180 ton per hektare. Dalam satu batang tebu yang dibutuhkan adalah kandungan gula, bobot, dan sabut. Ketiga unsur tersebut ada pada PSKA 095," jelasnya.

Didid juga menekankan bahwa keberhasilan program swasembada gula sangat bergantung pada kesejahteraan petani.

"Peran petani sangat menentukan. Tanpa petani tidak akan ada keberhasilan swasembada gula. Jika petani sejahtera, memiliki pendapatan yang baik, dan bersama pabrik gula terus mengembangkan varietas baru serta meningkatkan efisiensi, maka swasembada gula bisa terwujud. Di Pulau Jawa, 100 persen tebu merupakan milik petani," ungkapnya.

Baca Juga: Bakti PG Trangkil kepada Negeri, Sumbangkan Inovasi Alat Implemen Olah Tanah untuk Petani Tebu Secara Gratis

Sementara itu, Ketua DPC APTRI PG Trangkil, Kamari, mengatakan antusiasme petani terhadap varietas PSKA 095 terus meningkat karena dinilai memiliki produktivitas dan kualitas yang lebih baik dibanding varietas lama yang mulai mengalami penurunan performa.

Direktur Utama PT Kebon Agung secara simbolis menyerahkan bantuan benih unggul varietas PSKA 095 kepada petani tebu. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Direktur Utama PT Kebon Agung secara simbolis menyerahkan bantuan benih unggul varietas PSKA 095 kepada petani tebu. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

"Petani sangat antusias menanam PSKA 095. Ke depan varietas ini berpotensi menggantikan varietas-varietas lama yang sudah mengalami degradasi," ujarnya.

Ia menjelaskan APTRI terus mendorong komunikasi yang baik antara petani dan PG Trangkil agar berbagai program peningkatan produksi dapat berjalan optimal.

Menurut Kamari, sinergi tersebut telah diwujudkan melalui program bongkar ratoon, pembenihan, hingga penyaluran bantuan benih kepada petani.

"Program yang diberikan PG Trangkil kepada petani telah dilaksanakan dengan baik. Petani yang menerima bantuan benih PSKA 095 kini turut menyebarluaskan kepada petani lainnya karena mereka merasakan sendiri keunggulannya, baik dari bobot, rendemen, maupun produktivitasnya," katanya.

Di tingkat petani, manfaat varietas tersebut juga dirasakan langsung oleh Sunaryo. Ia menyebut PSKA 095 sebagai varietas tebu unggul yang mampu memberikan hasil tinggi di berbagai kondisi lahan.

PSKA 095 adalah tebu unggul. Pertumbuhannya cepat dan serentak sehingga produktivitas di atas 160 ton per hektare dapat dicapai. Nilai brix di atas 21 persen, persentase berbunga sangat minim, serta tahan terhadap penyakit sehingga memenuhi kriteria tebu MBS, yaitu Manis, Bersih, dan Segar.

Sunaryo mengaku telah mencoba berbagai varietas tebu sebelum akhirnya menanam PSKA 095 di lahan basah maupun kering.

"Hasilnya sangat memuaskan. Anakannya banyak, perawatannya lebih ringan, dan lebih hemat pupuk dibanding varietas lain," pungkasnya.

Penelitian untuk menghasilkan tebu berkualitas PSKA 095 memerlukan waktu kurang lebih 7 tahun sampai dengan panen giling.

Uji multilokasi dilakukan mulai tahun 2019 untuk mengetahui kemampuan adaptasinya terhadap berbagai tipologi lahan.

Varietas ini dilepas sebagai varietas unggul tanaman tebu melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia  Nomor 38/Kpts/KB.020/04/2023 pada tanggal 6 April 2023.

Selanjutnya perbanyakan benih dilakukan melalui kultur jaringan dan jenjang kebun benih KBPU, KBP, KBN, KBI, dan KBD, yang kemudian ditanam petani sebagai tebu giling dan dipanen pada tahun 2026.

Selain itu PT Kebon Agung juga terus berupaya mengembangkan varietas unggul baru, diantaranya 8 varietas yang telah di launching pada bulan Mei 2026 yaitu PSKA 071, PSKA 072, PSKA 085, PSKA 086, PSKA 087, PSKA 088,  PSKA 111, dan PSKA 112.

Semua itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah swasembada gula. (aua)

Editor : Admin
varietas tebu unggul pska 095 inovasi swasembada gula Petani tebu pg trangkil pati