Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Penataan Alun-Alun Kembangjoyo Pati Diharapkan Kembalikan Kejayaan PKL

Andre Faidhil Falah • Jumat, 10 Juli 2026 | 15:21 WIB

DIBANGUN: Petugas membersihkan sisa-sisa bangunan di Alun-alun Kembangjoyo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
DIBANGUN: Petugas membersihkan sisa-sisa bangunan di Alun-alun Kembangjoyo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai membenahi kawasan Alun-Alun Kembangjoyo sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas pedagang kaki lima (PKL) sekaligus mempercantik ruang publik.

Penataan difokuskan pada area tengah alun-alun dan ditargetkan selesai pada September 2026.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati dengan anggaran APBD Tahun 2025 sebesar Rp 165 juta.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Wahana Karya Mandiri dengan target penyelesaian pada 20 September 2026.

Baca Juga: NGERI! Sepaket Seragam Sekolah di Pati Dijual hingga Rp 2 Juta

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai melakukan pembenahan kawasan Alun-Alun Kembangjoyo.

Menurutnya, penataan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi alun-alun sebagai pusat kuliner dan aktivitas masyarakat.

"Sudah ada perkembangan. Bagian tengah sedang diratakan supaya alun-alun lebih bersih. Semoga ke depan menjadi lebih baik dan kembali menjadi pusat PKL kuliner di Pati yang ramai seperti dulu," ujarnya.

Joni mengatakan, DPRD selama ini terus mengawal aspirasi para pedagang agar pemerintah menghadirkan solusi untuk membangkitkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Ia menilai penataan fisik harus dibarengi dengan langkah konkret untuk menarik minat PKL kembali berjualan.

Pasalnya, jumlah pedagang di Alun-Alun Kembangjoyo terus berkurang dibandingkan saat kawasan itu pertama kali dibuka.

"Kami cukup prihatin. Dulu ada ratusan PKL, sekarang tinggal beberapa saja. Karena itu kami terus mendukung agar kawasan ini bisa hidup kembali," katanya.

Menurutnya, Alun-Alun Kembangjoyo hingga kini belum mampu menarik jumlah pengunjung yang signifikan.

Karena itu, ia menyambut baik rencana Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati yang akan menggelar berbagai kegiatan rutin setiap minggu genap untuk meningkatkan kunjungan masyarakat.

"Alhamdulillah Pak Plt mendukung. Setiap minggu genap akan diadakan kegiatan di sana," ungkapnya.

Selain menghadirkan agenda rutin, Joni menilai pemerintah perlu memberikan pendampingan kepada para PKL.

Mulai dari peningkatan fasilitas, kemudahan akses permodalan, hingga menciptakan kawasan yang aman dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

"Pemerintah harus ikut membantu PKL, termasuk soal permodalan. Lokasinya juga harus dibuat aman dan nyaman. Jangan hanya menarik iuran atau merelokasi pedagang tanpa memberikan solusi," tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya perawatan Alun-Alun Kembangjoyo yang sebelumnya dibangun dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar. 

Menurutnya, berbagai fasilitas seperti lampu penerangan, kebersihan, dan ruang terbuka hijau perlu mendapat perhatian lebih agar kawasan tetap menarik bagi masyarakat.

Joni berharap penataan yang tengah berlangsung menjadi langkah awal mengembalikan Alun-Alun Kembangjoyo sebagai pusat kegiatan masyarakat, sentra kuliner, serta penggerak ekonomi usaha mikro di Kabupaten Pati. (adr/him)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#PKL Pati #Alun-Alun Kembangjoyo #penataan alun-alun #dputr pati #Pemkab Pati