Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Pati Cari Solusi Keterlambatan Beasiswa Begini

Abdul Rochim • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:25 WIB

 



Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjelaskan langsung terkait wacana WFH di tengah isu efisiensi bahan bakar akibat kondisi global.ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu tetap berlanjut meski pencairannya mengalami keterlambatan selama tiga bulan sejak April 2026.

Saat ini, pemerintah daerah tengah mencari solusi pendanaan agar bantuan pendidikan tersebut dapat segera disalurkan kepada para penerima.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan keterlambatan pencairan beasiswa dipengaruhi belum optimalnya dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan yang selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan program tersebut.

Baca Juga: SIAPA YANG BELANJA? Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Tambak Ikan, Kades Langgenharjo Pati Mengklaim Begini

Selain CSR, pendanaan beasiswa juga berasal dari Bank Jateng dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Ada beberapa perusahaan yang tahun ini belum memberikan CSR. Karena itu kami sedang mencari solusi dan menggali sumber pendanaan lainnya,” ujar Chandra.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Pati berencana mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 apabila kebutuhan pendanaan belum dapat dipenuhi dari sumber lain.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan perusahaan menyalurkan dana CSR karena sifatnya sukarela.

“Kalau memang diperlukan, nanti akan kami anggarkan melalui APBD Perubahan. CSR itu tidak wajib sehingga kami tidak bisa memaksa perusahaan untuk memberikan bantuan,” jelasnya.

Meski demikian, Chandra menyebut sejumlah pihak telah menyatakan komitmennya untuk kembali mendukung program beasiswa tersebut.

Di antaranya Bank Jateng, salah satu perusahaan di Kecamatan Trangkil, serta Baznas yang siap memberikan kontribusi.

“Yang sudah memberikan respons positif ada pabrik di Trangkil, Bank Jateng, dan nanti Baznas juga akan ikut membantu,” katanya.

Ia menegaskan keterlambatan pencairan selama tiga bulan bukan berarti program beasiswa dihentikan.

Pemerintah daerah tetap berkomitmen mempertahankan program tersebut karena dinilai penting dalam membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan.

“Program ini tetap berjalan dan tidak akan berhenti. Hanya saja, kami harus menyesuaikan dengan kondisi pendanaan karena besaran CSR yang diterima setiap tahun belum tentu sama,” pungkasnya. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#beasiswa mahasiswa Pati #CSR perusahaan #APBD Perubahan 2026 #Pemkab Pati #bank jateng