Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Beasiswa Mahasiswa Pati Belum Cair Tiga Bulan, Disdikbud Jawab Begini

Abdul Rochim • Minggu, 21 Juni 2026 | 18:12 WIB

Perwakilan para orang tuan penerima beasiswa Pemkab Pati persiapan untuk meminta audiensi dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (SUTOMO UNTUK RADAR PATI)
Perwakilan para orang tuan penerima beasiswa Pemkab Pati persiapan untuk meminta audiensi dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (SUTOMO UNTUK RADAR PATI)

PATI – Keluhan mahasiswa dan orang tua penerima beasiswa yang belum menerima pencairan bantuan selama tiga bulan terakhir akhirnya mendapat tanggapan dari pemerintah daerah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati memastikan proses pencairan masih berjalan dan kini tinggal menunggu tahapan dari pihak penyedia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Sunarji, mengatakan seluruh proses administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati telah diselesaikan.

Menurutnya, dokumen yang menjadi syarat pencairan bantuan sudah ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Bupati Pati dan telah diserahkan kepada pihak penyedia untuk diproses lebih lanjut.

“Secara administrasi di pemerintah daerah sudah selesai. Dokumen juga sudah ditandatangani dan diserahkan kepada penyedia,” ujarnya.

Dengan selesainya tahapan administrasi tersebut, lanjut Sunarji, tidak ada lagi kendala di tingkat pemerintah daerah.

Baca Juga: Proyek Ruang Tunggu RSUD Soewondo Pati Rp 990 Juta Masih Mandek, Masih Terkendala Masalah Ini

Saat ini pencairan beasiswa hanya menunggu proses lanjutan dari pihak penyedia.

Meski demikian, hingga pertengahan Juni 2026 para penerima manfaat masih belum memperoleh kepastian mengenai waktu pencairan bantuan yang tertunda sejak April lalu.

Kondisi tersebut menimbulkan perhatian dari masyarakat. Salah seorang orang tua penerima beasiswa, Sutomo, menilai keterlambatan pencairan bantuan pendidikan perlu mendapat pengawasan dari DPRD agar program yang menyangkut kepentingan mahasiswa dapat berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan adanya kepastian dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program bantuan pendidikan.

“Ini menyangkut masa depan mahasiswa. Ketika masyarakat mempertanyakan pencairan beasiswa, seharusnya ada lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan persoalan ini segera mendapat solusi,” katanya.

Sutomo mengaku hingga pertengahan Juni 2026 bantuan yang biasanya diterima setiap bulan belum juga dicairkan.

“Mulai April, Mei sampai Juni ini belum ada pencairan. Padahal bantuan itu sangat membantu kebutuhan kuliah anak-anak,” ujarnya.

Program beasiswa tersebut merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh Sudewo untuk membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Sumber pendanaan program berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, di antaranya dari Bank Jateng, Baznas Kabupaten Pati, serta sejumlah perusahaan dan lembaga yang ada di Kabupaten Pati.

Program tersebut resmi diluncurkan melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 28 Juli 2025.

Saat itu, sebanyak 194 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima manfaat dengan dukungan pendanaan CSR Bank Jateng senilai sekitar Rp1,9 miliar.

Hingga kini, para penerima masih menunggu kepastian jadwal pencairan bantuan yang dinilai sangat penting untuk menunjang kebutuhan pendidikan selama menempuh perkuliahan.(adr)

Editor : Abdul Rochim
#Disdikbud Pati #beasiswa mahasiswa Pati #Sunarji #bantuan pendidikan mahasiswa #bank jateng