Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sejumlah Santri Emoh Pindah dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati, Pengaruh Kiai Ashari Masih Kuat

Abdul Rochim • Jumat, 19 Juni 2026 | 16:38 WIB

SEPI: Salah satu asrama di yayasan Ndholo Kusumo Pati ditutup pada Kamis (14/5). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

SEPI: Salah satu asrama di yayasan Ndholo Kusumo Pati ditutup pada Kamis (14/5). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Upaya pemindahan santri dari Yayasan Ndholo Kusumo tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Sejumlah santri dilaporkan masih bertahan dan enggan melanjutkan pendidikan di tempat lain meskipun yayasan tersebut tengah menjadi sorotan.

Beberapa pihak menilai keengganan santri untuk pindah dipengaruhi oleh kedekatan emosional dengan lingkungan pesantren serta kuatnya kepercayaan terhadap sosok pengasuh yang selama ini mengajar mereka.

Seorang warga setempat yang pernah mengikuti pembelajaran di lingkungan yayasan mengungkapkan bahwa metode pengajaran yang diterapkan dinilai mudah dipahami oleh para santri.

Baca Juga: MENDADAK! Direktur RSUD Soewondo Pati Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasan yang Jadi Pertimbangan

Menurutnya, materi bahasa Arab dan pembacaan kitab diajarkan dengan pendekatan yang sederhana sehingga lebih mudah diterima peserta didik.

“Banyak murid merasa cara penyampaiannya mudah dipahami dan melekat dalam ingatan,” ujarnya.

Meski demikian, sebagian besar santri disebut telah dipulangkan atau dipindahkan ke lembaga pendidikan lain.

Informasi yang dihimpun menyebutkan terdapat tujuh santri asal Kalimantan yang telah kembali ke daerah asal mereka.

Perwakilan pemuda setempat sekaligus Aliansi Santri, Ahmad Nawawi, mengatakan masih ada beberapa santri yang menolak dipindahkan.

Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari pengaruh kuat yang telah terbentuk selama mereka berada di lingkungan yayasan.

Ia menilai sebagian wali santri masih memiliki keyakinan tertentu terhadap sosok pengasuh sehingga sulit menerima berbagai informasi yang berkembang belakangan ini.

Bahkan, upaya mengajak sejumlah keluarga untuk melapor kepada aparat penegak hukum tidak selalu mendapat respons positif.

Baca Juga: Tiga Korban Pencabulan Kiai Ashari Ponpes Ndholo Kusumo Pati Cabut Laporan, Ini Alasan Kuat Polisi untuk Tetap Usut Kasus

“Saya pernah mencoba mengajak keluarga korban untuk menempuh jalur hukum, tetapi justru mendapat penolakan,” katanya.

Nawawi juga membantah sejumlah anggapan yang menyebut pengasuh memiliki hubungan keturunan dengan tokoh yang selama ini dihormati masyarakat.

Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya.

Selain itu, ia mengaku menerima sejumlah laporan terkait dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pengasuh terhadap santri.

Beberapa laporan menyebut adanya perlakuan fisik yang tidak semestinya saat proses pembinaan berlangsung.

Tak hanya itu, Nawawi juga menerima keluhan mengenai bantuan atau kiriman dari orang tua santri yang diduga tidak seluruhnya sampai kepada penerima.

Informasi tersebut masih menjadi bagian dari laporan yang beredar di masyarakat.

Di sisi lain, salah satu wali santriwati mengaku kedua anaknya masih ingin bertahan di lingkungan pendidikan tersebut.

Menurutnya, sang anak merasa nyaman dengan proses belajar maupun pergaulan yang telah terjalin selama ini.

Meski demikian, ia tetap berupaya membujuk anak-anaknya agar bersedia melanjutkan pendidikan di tempat lain.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#Ndholo Kusumo #pesantren Pati #santri tidak mau pindah #kiai cabuli santri di Pati #kekerasan seksual