Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

BPBD Usulkan Rumah Panggung dan Tanggul untuk Atasi Rob di Tunggulsari Pati

Abdul Rochim • Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

 

Kondisi banjir rob yang menggenangi pemukiman warga Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu dalam waktu dua tahunan ini. (WARGA UNTUK RADAR PATI)
Kondisi banjir rob yang menggenangi pemukiman warga Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu dalam waktu dua tahunan ini. (WARGA UNTUK RADAR PATI)

PATI – Banjir rob yang terus melanda kawasan RT 5 Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, mendorong pemerintah daerah menyiapkan sejumlah solusi jangka panjang.

Selain penanganan darurat, langkah-langkah preventif dinilai perlu segera dilakukan agar genangan air laut tidak terus memasuki permukiman warga.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, salah satu alternatif yang dapat dilakukan masyarakat adalah meninggikan pondasi rumah atau mengubah desain bangunan menjadi rumah panggung.

Usulan tersebut mengacu pada pengalaman penanganan rob di sejumlah daerah pesisir yang menghadapi persoalan serupa.

Baca Juga: Warga Sidokerto Batasi Akses Perumahan, Tuntut Pengembang Bangun Jembatan

Menurutnya, elevasi bangunan harus lebih tinggi dari ketinggian rata-rata air pasang yang selama ini menggenangi kawasan permukiman. Dengan demikian, dampak kerusakan akibat rob dapat dikurangi.

Selain penyesuaian bangunan rumah, BPBD juga mendorong peningkatan infrastruktur lingkungan.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah meninggikan jalan lingkungan di kawasan terdampak agar mobilitas warga tetap berjalan meski terjadi genangan air laut.

Martinus menjelaskan, terdapat opsi lain yang dianggap cukup efektif untuk mengatasi rob, yakni pembangunan tanggul penahan air laut di sekitar wilayah RT 5.

Meski membutuhkan anggaran besar, keberadaan tanggul dinilai mampu mengurangi risiko masuknya air laut ke area permukiman.

Rencana pembangunan tanggul tersebut telah menjadi bahan pembahasan antara BPBD dan pemerintah desa setempat.

Tanggul direncanakan menggunakan material tanah dengan desain tertentu untuk menahan laju air pasang yang selama ini menggenangi rumah-rumah warga.

Menurutnya, seluruh alternatif yang disiapkan merupakan bagian dari strategi penanganan jangka panjang yang membutuhkan sinergi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Penanganan rob tidak cukup dilakukan melalui langkah darurat semata, tetapi juga harus disertai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Terkait kebutuhan anggaran pembangunan tanggul, BPBD menyebut masih diperlukan kajian teknis melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Saat ini estimasi kebutuhan biaya masih bersifat sementara dan belum menjadi angka final.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Pati Muntamah menilai pembangunan tanggul permanen harus menjadi prioritas pemerintah.

Menurutnya, infrastruktur tersebut merupakan solusi paling efektif untuk melindungi kawasan permukiman dari ancaman air pasang yang terus berulang.

Ia menegaskan, tanggul permanen memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan penanganan sementara.

Karena itu, pemerintah diharapkan segera merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut guna melindungi aktivitas ekonomi dan kehidupan warga yang selama dua tahun terakhir terdampak banjir rob.

Warga berharap langkah konkret segera dilakukan agar persoalan rob yang terus terjadi tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari maupun mengancam kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. (aua)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#banjir rob Tunggulsari #tanggul rob Pati #rumah panggung pesisir #Desa Tunggulsari Tayu #bpbd pati