PATI – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan penanganan darurat banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu.
Selain menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak, upaya kedaruratan juga dilakukan dengan memperbaiki tanggul yang jebol untuk mengurangi masuknya air rob ke permukiman.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan bantuan logistik pangan telah didistribusikan kepada warga, khususnya di wilayah RT 5 yang menjadi lokasi terparah terdampak banjir rob.
Baca Juga: MENGERIKAN! Dua Tahun Dihantam Rob, Pesisir Tunggulsari Pati Terancam Tenggelam
"Bantuan logistik kami distribusikan melalui Ketua RT setempat karena lokasi tersebut juga digunakan sebagai tempat pengungsian. Kami memastikan kebutuhan dasar pengungsi seperti beras, mi instan, gula, kornet, dan bahan pangan lainnya dapat terpenuhi," ujarnya.
Selain penanganan kebutuhan warga, BPBD juga melakukan kajian terhadap penyebab banjir rob yang terus menerjang wilayah pesisir tersebut.
Hasil identifikasi menunjukkan terdapat dua titik tanggul jebol yang mengarah ke laut dengan total panjang kerusakan mencapai sekitar 75 meter.
Menurut Martinus, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati dan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati untuk mendapatkan tindak lanjut penanganan.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Pati melalui dana Korpri mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 juta guna membantu Pemerintah Desa Tunggulsari melakukan penanganan sementara pada tanggul yang jebol.
"Upaya kedaruratan yang dilakukan berupa pemasangan trucuk bambu, anyaman bambu, serta penguatan menggunakan sand bag yang diisi tanah keras, bukan tanah lumpur yang labil. Harapannya, langkah ini dapat mengurangi masuknya air rob ke kawasan permukiman warga," jelasnya.
Ia mengakui proses perbaikan di lapangan menghadapi sejumlah kendala karena pekerjaan hanya dapat dilakukan saat air rob surut. Meski demikian, BPBD bersama pihak terkait berkomitmen mempercepat penanganan.
"Kami berupaya bergerak cepat. Bahkan sejak pagi hari pukul 05.30 masyarakat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penambalan pada tanggul yang jebol," katanya.
BPBD juga telah mengajukan bantuan geobag kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Geobag merupakan kantong khusus berbahan tahan air yang biasa digunakan untuk memperkuat tanggul dan menutup titik-titik kebocoran.
"Bantuan geobag kami perlukan karena lokasi tanggul yang jebol berada dekat dengan pantai sehingga membutuhkan material yang lebih kuat dan tahan terhadap terjangan air laut," imbuhnya.
Martinus menambahkan, kawasan pesisir Tunggulsari sebelumnya memiliki vegetasi mangrove yang cukup baik. Namun, derasnya arus banjir rob menyebabkan banyak pohon mangrove tercabut.
"Bahkan mangrove yang ukurannya sudah sebesar paha orang dewasa bisa tercerabut akibat kuatnya arus rob," ungkapnya.
Diketahui, Desa Tunggulsari telah berulang kali diterjang banjir rob dalam dua tahun terakhir. Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di RT 5, di mana air rob kerap menggenangi permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari. (aua)
Editor : Admin