Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

ANOMALI! Telah Terjadi Kasus Dugaan Pencabulan, Sejumlah Santri Enggan Pindah dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Abdul Rochim • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:04 WIB
TUTUP: Kondisi salah satu sekolahan/asrama di Yayasan Ndolo Kusumo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
TUTUP: Kondisi salah satu sekolahan/asrama di Yayasan Ndolo Kusumo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Sejumlah santri di Yayasan Nhdolo Kusumo dilaporkan enggan berpindah tempat belajar meski muncul berbagai persoalan di lingkungan yayasan tersebut.

Faktor kenyamanan dalam proses pembelajaran hingga kuatnya pengaruh doktrin terhadap sosok pengasuh disebut menjadi alasan utama para santri bertahan.

Beberapa mantan murid mengungkapkan bahwa metode pengajaran Ashari dianggap efektif, khususnya dalam memahami kaidah bahasa Arab dan pembacaan kitab suci.

Baca Juga: Warga Curigai Adanya Aliran Dana hingga Ratusan Juta Per Bulan ke Ponpes Ndholo Kusumo Asuhan Kiai Cabul Ashari Pati

Menurut mereka, cara penyampaian materi lebih mudah dipahami dibandingkan metode pembelajaran formal di sekolah umum.

“Cara membaca kitabnya mudah dipahami dan lebih melekat bagi murid,” ujar salah seorang warga setempat.

Informasi yang beredar menyebutkan, tujuh santri asal Kalimantan telah dipulangkan.

Meski demikian, masih ada satu hingga dua santri yang menolak dipindahkan ke tempat lain.

Perwakilan pemuda setempat sekaligus aliansi santri, Ahmad Nawawi, membenarkan adanya santri yang bertahan karena pengaruh doktrin terhadap figur yang dianggap sebagai kiai.

Menurut Nawawi, sebagian orang tua juga masih mempercayai bahwa anak mereka memperoleh keberkahan karena berada di lingkungan yayasan tersebut.

Ia mengaku sempat berselisih dengan wali santri saat mengajak mereka melapor kepada aparat penegak hukum.

Nawawi juga membantah anggapan bahwa Ashari memiliki garis keturunan wali sebagaimana yang diyakini sebagian masyarakat.

Selain itu, ia menyebut terdapat dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pengasuh lain di lingkungan yayasan.

Tak hanya itu, ia menerima laporan terkait bantuan dan donasi dari wali santri yang diduga tidak sepenuhnya diberikan kepada anak-anak mereka, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi pengasuh.

Sementara itu, salah satu wali santriwati mengaku kedua anaknya masih menolak pindah sekolah karena merasa nyaman dengan lingkungan pendidikan dan pertemanan di yayasan tersebut.

Meski begitu, ia tetap berupaya membujuk anaknya pindah demi menghindari kemungkinan terjadinya kasus serupa. (adr/him)

 
Editor : Abdul Rochim
#santri Pati #Yayasan Ndolo Kusumo #dugaan kekerasan santri #doktrin pengasuh #donasi santri