Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

HORMAT Kiai Tak Boleh Langgar Syariat, RMI NU Pati Minta Masyarakat Tak Takut Memondokkan Anak

Abdul Rochim • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:33 WIB
Sebuah pondok pesantren di Pati. (ANDRE F/RADAR PATI)
Sebuah pondok pesantren di Pati. (ANDRE F/RADAR PATI)

PATI - Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Pati, Muhammad Liwa'uddin, menegaskan pondok pesantren tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan pendidikan agama anak di tengah perkembangan zaman modern.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut memondokkan anak meski belakangan muncul sejumlah kasus negatif yang menyeret nama pesantren.

Ia menilai hal terpenting adalah memilih lembaga yang kredibel dengan pengasuh yang memiliki kapasitas keilmuan dan integritas yang jelas.

Baca Juga:  Tips Memilih Ponpes Kredibel, RMI Pati Ingatkan Orang Tua Jangan Mudah Percaya Brosur

Liwa’uddin menjelaskan kehidupan di pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama, tetapi juga pendidikan adab dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. 

Santri diajarkan menghormati ilmu, menjaga tata krama, hingga menghargai orang lain.

Ia menyebut penghormatan kepada kyai merupakan bagian dari tradisi pendidikan pesantren. Namun, penghormatan tersebut tetap memiliki batas dan tidak boleh bertentangan dengan syariat agama.

“Tidak boleh taat kepada makhluk untuk bermaksiat kepada Sang Pencipta,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar santri tidak mudah dimanipulasi menggunakan dalih keberkahan atau barokah.

Karena itu, pengawasan lingkungan pesantren dan pendidikan agama yang benar menjadi faktor utama menjaga keamanan santri.

Selain membentuk akhlak, pesantren saat ini juga dinilai semakin berkembang dalam penguatan pola pikir dan kemandirian santri.

Di bawah naungan RMI, berbagai kegiatan rutin digelar seperti Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), hingga forum diskusi antar pesantren.

Di Kabupaten Pati sendiri terdapat ratusan pesantren berizin resmi. RMI Pati juga terus melakukan pembinaan dan pendampingan kelembagaan kepada pesantren anggota melalui forum rutin.

Baca Juga: NGERI! Korban Baru Kiai Cabul Ashari Pati Terus Bertambah

Sementara itu, sejumlah pondok pesantren mulai melakukan modernisasi pendidikan.

Salah satunya Pondok Pesantren Al-Roudloh Kajen yang diasuh Gus Farid Abbad. Ia mengembangkan pengajian rutin selapanan yang digelar setiap 35 hari di berbagai daerah.

Kegiatan pengajian tersebut dilaksanakan bergiliran di rumah jamaah, masjid, hingga musala dengan konsep diskusi kehidupan dan keagamaan.

Jamaahnya berasal dari berbagai kalangan profesi, mulai petani, ASN, hingga pengusaha.

Dalam pengajiannya, Gus Farid menggunakan berbagai referensi tasawuf dan fikih, termasuk buku Cosmic Intelligence yang membahas kehidupan dan peradaban manusia.

Menurutnya, agama harus menjadi pedoman hidup sekaligus solusi atas persoalan masyarakat.

Ia juga mengembangkan berbagai program sosial dan ekonomi berbasis pesantren.

Salah satunya program wisata memancing ikan bandeng dan pasar UMKM di Juwana yang lahir dari aspirasi masyarakat terkait harga bandeng yang tidak stabil.

Bagi Gus Farid, pesantren tidak cukup hanya mengajarkan teori agama, tetapi juga harus menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (adr/him)

Editor : Abdul Rochim
#Gus Farid Abbad #RMI Pati #pondok pesantren Pati #pendidikan karakter santri #pesantren modern