Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

NGERI! Korban Baru Kiai Cabul Ashari Pati Terus Bertambah

Abdul Rochim • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:20 WIB
Tersangka pencabulan terhadap sejumlah santriwati yakni kiai Ashari diperiksa Satreskrim Polresta Pati Kamis, (7/5).  (ANDRE F / RADAR PATI)
Tersangka pencabulan terhadap sejumlah santriwati yakni kiai Ashari diperiksa Satreskrim Polresta Pati Kamis, (7/5). (ANDRE F / RADAR PATI)

PATI - Kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, terus berkembang. 

Polresta Pati kembali menerima laporan dari seorang perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh Ashari (51), pendiri ponpes tersebut.

Korban terbaru disebut merupakan pengikut lama tersangka pada periode 2013–2014.

Baca Juga: Kiai Cabul Ashari Pati Klaim Keturunan Mbah Ndholo Kusumo Desa Tlogosari

Ketua Presidium Aspirasi, Tomy Roisunnasih atau Gus Tomy, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi para korban hingga proses hukum selesai. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi kasus tersebut sebagai cerminan dunia pesantren secara keseluruhan.

Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi besar dalam pendidikan dan telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak memberi stigma negatif akibat tindakan oknum tertentu.

Gus Tomy juga mendorong korban lain agar berani melapor.

Ia menilai keberanian korban penting untuk mengungkap kasus secara menyeluruh dan mencegah pelaku lolos dari jerat hukum. 

Namun, ia memahami banyak korban masih mengalami tekanan psikologis dan takut terhadap dampak sosial.

Koordinator Lapangan Aspirasi, Ulil Amri atau Cak Ulil, menyampaikan bahwa posko pengaduan dan bantuan hukum gratis masih dibuka selama 24 jam.

Pihaknya siap memberikan pendampingan dan perlindungan bagi korban yang ingin melapor.

Kuasa hukum korban, Burhanuddin, menjelaskan korban terbaru diduga mengalami kekerasan seksual selama sekitar satu tahun saat sudah dewasa.

Korban disebut tidak berani melapor karena berada di bawah tekanan tersangka yang diduga menerapkan doktrin kepatuhan terhadap guru kepada para pengikutnya.

Baca Juga: Di Balik Sulitnya Mencekal kiai Cabul Ashari Pati, Miliki Dekengan Kuat dan Aliran Dana Besar

Saat ini korban masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Pati dengan pendampingan tim advokasi.

Polisi juga membuka posko pengaduan khusus untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melapor terkait dugaan kekerasan seksual di lingkungan ponpes tersebut.

Wakasat Reskrim Polresta Pati AKP Iswantoro mengatakan penyidik masih mendalami kronologi dan waktu kejadian dari laporan terbaru.

Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti tambahan untuk mengembangkan penyidikan kasus tersebut.

Sebelumnya, satu korban berinisial FA telah lebih dulu melapor.

Korban diduga mengalami kekerasan seksual saat masih menjadi santri di Ponpes Ndholo Kusumo pada periode 2020 hingga 2023 ketika masih di bawah umur. 

Kuasa hukum korban menduga jumlah korban dalam kasus ini mencapai lebih dari 50 orang, meski sebagian besar belum berani melapor. (adr/him)



Editor : Abdul Rochim
#kekerasan seksual ponpes #Ponpes Ndholo Kusumo #kasus pelecehan Pati #korban baru Ashari #Polresta Pati