PATI – Di balik nama Ashari tersimpan klaim sepihak untuk memperkuat legitimasi spiritual.
Bukan sekadar pengajar kitab, ia mengklaim dirinya sebagai titisan darah biru spiritual, yakni keturunan langsung dari tokoh di desanya, Mbah Ndholo Kusumo melalui garis silsilah Hasan.
Sosok Ashari, pimpinan sebuah kelompok keagamaan di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, kini menjadi pusat perhatian masyarakat luas, setelah kasusnya ramai beberapa waktu ini.
Penelusuran mengenai rekam jejak masa lalunya mengungkap perpaduan antara kecerdasan akademis kitab kuning dan klaim spiritualitas yang dianggap kontroversial oleh warga sekitar.
Berdasarkan keterangan warga setempat yang enggan disebut namanya, sosok Ashari memulai kiprahnya sebagai pengajar agama pada awal era 1990-an dengan memanfaatkan tanah warisan orang tuanya di desa tersebut.
Pada masa awal kemunculannya, Hari (nama sapaan untuk warga setempat, Red) dikenal sebagai sosok yang sangat cakap dalam mengajar kitab-kitab klasik, salah satunya adalah kitab Imriti.
Beberapa mantan muridnya mengakui bahwa metode pengajaran Ashari sangat efektif.
Ia mampu menjelaskan penerapan kaidah bahasa Arab ke dalam pembacaan kitab suci dengan cara yang lebih mudah dipahami dibandingkan pengajaran formal di sekolah-sekolah saat itu.
"Cara membaca kitabnya itu sangat 'nyantol' (melekat). Murid-murid merasa penjelasannya lebih masuk logika daripada saat mereka belajar di sekolah umum," ujar seorang warga setempat.
Riwayat pendidikannya pun tidak sembarangan. Di wilayah lokal, ia berguru kepada Kyai dari Trangkil.
“Itu seorang tokoh yang dikenal memiliki ilmu agama yang mumpuni serta kedisiplinan yang tinggi dalam mengajar pengajian dan tarekot,” imbuhnya.
Selain itu, dalam urusan spiritual yang lebih dalam, Ashari memiliki jalur tarekat yang bersambung hingga ke Jawa Timur, tepatnya dari daerah Surabaya yang disebut-sebut sebagai jalur Jati Romo.
Namun, seiring berjalannya waktu, profil pendidikannya mulai dibumbui dengan klaim-klaim mistis yang tidak dapat diverifikasi secara ilmiah.
Baca Juga: Di Balik Sulitnya Mencekal kiai Cabul Ashari Pati, Miliki Dekengan Kuat dan Aliran Dana Besar
Lanjut dia, Ashari mulai membangun narasi bahwa dirinya adalah keturunan langsung dari tokoh setempat, Mbah Ndolo Kusumo.
Ia mengklaim sebagai garis cabang dari anak Mbah Ndholo yang bernama Hasan.
”Saya punya bukunya Mbah Ndholo itu. Garis keturunannya ada. Tapi Ashari ini klaim sepihak,” tandasnya
Klaim ini digunakan untuk memperkuat posisinya di mata pengikutnya, seolah ia memiliki legitimasi darah biru spiritual yang menyambung hingga ke raja-raja Brawijaya.
Meski warga menyebut klaim ini hanya sepihak dan berdasarkan metode batiniah tanpa bukti otentik.
Narasi inilah yang membuat namanya moncer dan dihormati secara berlebihan oleh para pengikut fanatiknya sejak masa muda.
”Pada kedoktrin gara-gara itu. Bahkan santrinya bilangin kalau melihatnya melakukan hal yang aneh-aneh jangan ditegur. Dari situlah doktrin pencabulan itu,” ucapnya. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim