Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Di Balik Sulitnya Mencekal kiai Cabul Ashari Pati, Miliki Dekengan Kuat dan Aliran Dana Besar

Abdul Rochim • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:10 WIB
SEPI: Salah satu asrama di yayasan Ndholo Kusumo Pati ditutup pada Kamis (14/5). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
SEPI: Salah satu asrama di yayasan Ndholo Kusumo Pati ditutup pada Kamis (14/5). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI - Pesantren pembangunan fasilitas pendidikan milik Ashari di Desa Tlogosari menimbulkan kecurigaan terkait sumber pendanaan dan perlindungan hukum yang ia miliki.

Pasalnya, meski sempat diusir warga dan terlibat berbagai skandal asusila di masa lalu, ia selalu berhasil bangkit dan membangun kembali kekuatannya.

Warga menduga adanya keterlibatan tokoh-tokoh penting dan aliran dana tak terbatas.

Baca Juga: SEBELUM JADI PESANTREN, Ponpes Ndholo Kusumo Kiai Cabul Pati Dulu Rumah Warisan hingga Berubah Pengobatan Alternatif

Baik dari para donatur di balik keberlangsungan kelompok ini maupun dari para santrinya.

Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan bahwa kekuatan finansial Ashari tidak hanya bersumber dari kegiatan lokal.

Tetapi didorong oleh sistem donasi yang sangat masif. Terdapat dugaan adanya setoran rutin bulanan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu aliran dana yang terdeteksi berasal dari pengikut setianya yang bekerja di luar pulau, khususnya di Kalimantan.

Mereka secara rutin mengirimkan uang untuk mendukung operasional pondok tersebut.

"Donasi yang terlihat saja bisa sampai Rp 200 juta per bulan. Itu belum termasuk harta pribadi murid-muridnya yang diberikan secara sukarela karena sudah terdoktrin secara mendalam," ungkap warga.

Kekuatan doktrin sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat) yang ekstrem membuat para pengikutnya rela menyerahkan apa saja.

Termasuk aset berharga seperti sertifikat tanah.

Dilaporkan ada warga lokal yang menyerahkan sertifikat tanahnya kepada Asyhari semata-mata karena rasa takzim (hormat) yang sudah melampaui batas nalar dan aturan agama. 

Kekayaan ini pun membuat sosok guru terlihat jauh lebih makmur dibandingkan para pengikutnya yang hidup sederhana.

Baca Juga: GUS MIFTAH Minta Publik Tak Generalisasi Kasus Pencabulan yang Viral ke Seluruh Pondok Pesantren

”Orang daerah Pangonan itu ada yang memberikan sertifikat tanah. Kemudian daerah Pati Utara juga ada,” tandasnya.

Selain faktor uang, Ashari diduga memiliki jaringan "backingan" dari kalangan berpengaruh. Semuanya membantu mengamankan legalitas yayasannya.

Nama-nama oknum aparat dan tokoh penting di wilayah Pati seringkali dikait-kaitkan sebagai pelindung di balik layar.

”Dari Pak Waka dulu. Kemudian dari pemerintah setempat yang memiliki aliran kepercayaan tertentu,” ucapnya.

Kemudian ada yayasan yang dibentuk oleh pemerintah setempat itu. Lokasinya di pondok pesantren di Pati Kota.

”Itu pondoknya Pak J. Hibahnya banyak,” paparnya.

Tak hanya itu, ia juga memiliki jaringan donasi dari bos-bos perikanan di wilayah Juwana. Dari sana, ia bisa membangun beberapa sekolahan.

”Itu yang baru di bangun kan yang SMP di depan rumahnya kepala desa,” ucapnya.

Dukungan ini membuat kegiatan di Tlogosari seolah tidak tersentuh hukum hingga finansial yang mapan. Meskipun warga sering mengeluhkan adanya praktik pelecehan dan ajaran yang menyimpang.

Keberadaan jaringan ini juga terlihat dari kemampuan kelompok ini mengelola media, seperti Radio Ndolo Kusumo.

”Dulu juga ada radionya juga. Saya dulu sering dengar. Ada kajian di jam tertentu,” ucapnya. (adr/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#Ndholo Kusumo Pati #kiai cabul Ashari #dekengan