PATI – RS Keluarga Sehat menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 di KS Hall, Sabtu (9/10). Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, direksi dan komisaris, unsur Forkopimda, serta sejumlah mitra rumah sakit.
Turut hadir dalam kegiatan itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, Dandim 0718/Pati, pimpinan OPD, hingga para mitra RS KSH.
Direktur PT Keluarga Sehat, Benny Purwanto, menyampaikan bahwa sejak berdiri RS KSH berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan lengkap dengan dukungan teknologi modern, SDM kompeten, dan pelayanan humanis.
Baca Juga: WHO Laporkan Klaster Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tiga Orang Meninggal
Menurut Benny, pada tahun 2026 RS KSH Group di bawah naungan PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSS) telah memiliki layanan spesialis lengkap dengan kapasitas 244 tempat tidur serta sarana prasarana modern.
KSH juga terus mengembangkan sistem digitalisasi menuju Smart Hospital melalui layanan pendaftaran online KSH Online, e-Medical Record, hingga e-Pharmacy berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah terintegrasi dengan Satu Sehat Kemenkes dan Mobile JKN BPJS.
Ia mengungkapkan, tingginya kepercayaan masyarakat membuat kunjungan pasien BPJS di RS KSH Pati menjadi yang tertinggi secara nasional untuk kategori rumah sakit kelas C.
Selain itu, penerapan digitalisasi dan integrasi layanan dengan Mobile JKN juga mengantarkan RS KSH meraih penghargaan Digital Maturity Level Bintang 4 pertama di Jawa Tengah dari Direktur IT BPJS pada 2025.
Benny turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pati yang selama ini mendukung pengembangan layanan kesehatan di wilayah tersebut, termasuk kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit pemerintah maupun swasta, serta organisasi profesi kesehatan.
Dalam kesempatan itu, jajaran direksi PT Keluarga Sehat Sejahtera juga memberikan penghargaan kepada dokter berprestasi yang dinilai memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
RS KSH saat ini mengembangkan sejumlah layanan unggulan atau Center of Excellence, di antaranya Klinik Executive dengan konsep Red Carpet Service (RCS), Cath Lab Jantung, Cancer Center kemoterapi, hingga layanan Laser Endourologi ginjal.
Rumah sakit tersebut juga menghadirkan teknologi CT Scan 160 slice berbasis AI yang terintegrasi dengan sistem radiologi digital seperti DICOM, PACS, dan RIS untuk mendukung diagnosa yang lebih akurat dan aman.
Tak hanya itu, KSH kini mengembangkan aplikasi berbasis AI menyerupai ChatGPT yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi kesehatan, layanan rumah sakit, hingga jadwal dokter secara real time.
Pengembangan Smart Hospital berbasis AI dan Internet of Things (IoT) terus dilakukan, termasuk penerapan Clinical Decision Support System (CDSS) yang memanfaatkan big data untuk membantu pengambilan keputusan medis secara lebih presisi dan efisien.
Menurut Benny, pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, melainkan mendukung produktivitas kerja, mempercepat pelayanan, serta meminimalkan human error demi meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan. (*/him)