PATI – Bantuan Stimulan Puso Tahap II akhirnya cair. Bantuan ini diperuntukkan bagi para petani terdampak gagal panen akibat banjir tahun 2023 lalu.
Penyerahan secara simbolis dilakukan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, dengan menyerahkan Buku Tabungan Bantuan Stimulan Puso Tahap II.
Diketahui program bantuan puso merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat melalui BNPB bagi petani yang mengalami gagal panen akibat bencana alam banjir yang terjadi pada periode Januari hingga Maret 2023.
Baca Juga: Satu Tersangka Penganiayaan di Batangan Pati Ditangkap, Dua Lainnya Masih Diburu
Bantuan ini diberikan sebagai stimulan untuk membantu pemulihan sektor pertanian.
“Alhamdulillah hari ini bisa terealisasi sejumlah 15 miliar rupiah, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 6.700 petani yang ada di Kabupaten Pati yang mengalami gagal panen akibat banjir,” jelas Chandra
Lebih lanjut Chandra menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan kepada petani di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pati, Sukolilo, Jakenan, dan Kayen, dengan besaran bantuan mencapai Rp 8 juta per hektare.
Chandra juga memastikan bahwa kondisi para petani penerima bantuan saat ini telah terdata dengan baik, serta pemerintah pusat juga memberikan perhatian serius terhadap ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah sudah clear, dan insyaallah untuk ketahanan pangan ini Bapak Presiden sangat konsen sekali, sehingga kemarin kami semua kepala daerah dipanggil di Rakornas di Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan-bantuan terkait musim kemarau mendatang,” pungkasnya.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, sejumlah petani yang terdampak sempat melakukan serangkaian aksi untuk menagih janji bantuan tersebut.
Seperti yang dilakukan pada Januari tahun 2025, para petani melakukan audiensi langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat (17/1), bahkan pada tahun 2024 para petani ini juga sempat menggelar aksi menagih janji di depan kantor BPBD Pati.
Sementara itu salah satu petani asal Desa Wegil Kecamatan Sukolilo, Sukardi, mengungkapkan, pihaknya sudah menunggu pencairan bantuan ini selama bertahun-tahun. Pihaknya bersyukur akhirnya bisa cair.
“Perasaannya ya senang, kami sudah menunggu 3 tahun ada bantuan puso bagi petani baru cair," papar Sukardi. (aua/him)
Editor : Abdul Rochim