PATI – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti meresmikan program revitalisasi sekolah di Pati, seremoni peresmian berlangsung pada Minggu (12/4) di SMPN 8 Pati.
Total ada 90 sekolah yang mendapat program revitalisasi. Terdiri dari 3 PAUD, 57 SD, 14 SMP, 4 SMA, 6 SMK, 4 PKBM, 1 SLB, dan 1 SKB.
“Hari ini kami meresmikan 90 satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi tahun anggaran 2025. Alhamdlillah semuanya sudah selesai 100 persen dan sekarang sudah dimulai digunakan untuk meningkatkan layanan pendidikan di Kabupaten Pati,” jelas Abdul Mu'ti.
Baca Juga: Kisah Asal-usul Pati : Raden Kembangjaya, Raden Jayakusuma dan Lahirnya Pati Pesantenan
Revitalisasi satuan pendidikan ini bergantung pada kebutuhan sekolah masing – masing, ada yang mendapatkan untuk ruang kelas baru, ada laboratorium, perpustakaan, toilet dan ruang komputer.
“Total anggarannya untuk Pati Rp 67 miliar,” papar Mu’ti.
Lebih lanjut dalam kesempatan itu pihaknya menjelaskan akan kembali melakukan revitalisasi kepada sekolah di seluruh Indonesia yang mengalami kerusakan pada tahun 2026 ini. Pihaknya menganggarkan Rp 11,4 triliun untuk memperbaiki sekolah rusak.
Menurutnya, langkah ini merupakan wujud usaha pihaknya untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Sehingga bisa menekan angka sekolah rusak.
Selain itu sosok yang dikenal sebagai tokoh Muhamadiyah ini menekankan kepada sekolah agar benar – benar melaporkan data kondisi sekolah.
Sementara itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memanfaatkan momen pertemuan itu untuk melaporkan kondisi sekolah di Bumi Mina Tani.
Pihaknya meminta kepada kementerian untuk memberikan perhatian terhadap sekolah yang rusak.
“Barusan saya menerima laporan adanya bangunan sekolah dasar di Desa Mencon Kecamatan Pucakwangi yang roboh tadi. Kejadian ini karena hujan deras dan ditambah kondisi bangunan sekolah yang sudah lapuk dimakan usia. Kita bersyukur tidak ada korban karena pas sekolah libur,” papar Chandra.
Karena itu, lanjut Chandra, pihaknya segera membentuk tim khusus untuk mengecek semua kondisi sekolah.
Dia mengatakan selain sekolah dasar yang roboh tersebut juga ada 19 bangunan sekolah di daerah bencana seperti Sukolilo, Kayen, Gabus dan Juwana juga tidak layak karena terdampak bencana alam.
“Sekolah di Pati yang masih banyak gedungnya masih pakai bangunan inpres yang lama, karenanya kita kita adakan evaluasi semua sekolah dimana gedung itu masih layak atau tidak. Kemudian akan dilaporkan kepada Pak Menteri,” pungkasnya.
Sementara itu Istianah, Kepala SMPN 1 Gembong mengaku dengan adanya program revitalisasi ini sangat membantu proses pembelajaran.
“Dulu sangat mengenaskan, sekarang setelah revitalisasi pembelajaran aman nyaman dan kondusif. Mulai dari lantai dinding atap semua dibongkar, sudah kropos sejak 1983 tidak pernah diperbaiki. Total dapat anggaran 3,3 miliar, kita juga dapat laboratorium komputer, UKS beserta perabotnya dan juga toilet. Alhamdulillah sekarang belajar lebih nyaman,” papar Istianah. (aua)
Editor : Abdul Rochim