Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kasus Campak di Pati Mencuat: Dinkes Tetapkan Status KLB, Segini Jumlah Kasusnya

Abdul Rochim • Kamis, 2 April 2026 | 19:32 WIB
Ilustrasi imunisasi. (Freepik)
Ilustrasi imunisasi. (Freepik)

PATI – Kasus penyakit campak mencuat di Kabupaten Pati. Total Dinas Kesehatan melaporkan 20 kasus campak sejak 1 April 2026 ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, menjelaskan bahwa persebaran kasus awalnya ditemukan di wilayah Sukolilo, Tayu, dan Tambakromo.

"Berdasarkan data terbaru, lonjakan kasus signifikan terjadi di wilayah Kecamatan Margorejo, terutama di Desa Jambean Kidul dan Desa Margorejo," paparnya.

Baca Juga: Campak Mulai Merebak di Pati, Pemerintah Gencarkan Imunisasi

Meskipun jumlah kasus mencapai puluhan, dinas kesehatan memastikan kondisi para pasien saat ini telah berangsur membaik berkat penanganan medis yang cepat.

Diketahui dari 20 pasien tersebut, sebagian sempat menjalani rawat inap, sementara sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan ketat dari tenaga kesehatan.

Terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Salis menjelaskan bahwa dalam terminologi kesehatan, status KLB ditetapkan jika ditemukan minimal dua kasus serupa dalam satu lingkungan epidemiologi yang sama, seperti dalam satu keluarga atau sekolah.

"Terkait KLB itu sesuai terminologi kesehatan, mohon jangan dibesar-besarkan. Kasus ini tetap menjadi peringatan bagi masyarakat. Campak adalah penyakit berbahaya. Kami mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anaknya sudah mendapatkan vaksinasi lengkap," papar Salis.

Lebih lanjut Salis mengungkapkan, mayoritas penderita campak di Kabupaten Pati adalah anak usia balita dan kanak-kanak.

Namun juga ditemukan satu kasus pada pasien berusia 24 tahun.

"Untuk gejala awal campak itu menyerupai penyakit flu. Seperti demam dan nyeri seluruh tubuh. Kemudian diikuti munculnya bintik merah khas mulai dari belakang telinga hingga menyebar ke seluruh tubuh," jelasnya.

Dinas Kesehatan menduga kenaikan kasus ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga selama musim Lebaran lalu.

Sebagai langkah antisipasi, Salis menekankan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menghindari pusat keramaian bagi anak-anak.

Selain itu jika ditemukan gejala bintik merah, pihaknya berharap masyarakat segera periksa ke Puskesmas, rumah sakit, atau Integrasi Layanan Primer (ILP).

"Kami juga sedang mengkaji rencana vaksinasi massal di wilayah-wilayah yang terdampak cukup parah, terutama di wilayah kerja Puskesmas Margorejo," pungkasnya. (aua/him)

Editor : Abdul Rochim
#campak di Pati #kejadian luar biasa #KLB #Pola Hidup Bersih dan Sehat #anak-anak