PATI - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kembangjoyo, Kabupaten Pati, mengeluhkan kondisi tempat relokasi yang dinilai sepi pengunjung.
Para pedagang yang sebelumnya direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dari Alun-Alun Simpang Lima itu mengaku kesulitan mendapatkan pembeli sejak menempati lokasi baru.
Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kembangjoyo Pati, Thukul, menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan relokasi yang dianggap tidak dijalankan secara konsisten.
Baca Juga: Pemkab Pati Masih Terapkan Kerja di Kantor, Kebijakan WFH Belum Diberlakukan
Ia menilai penerapan Peraturan Daerah (Perda) terkesan setengah hati, terlebih masih banyak pedagang di luar paguyuban yang berjualan di kawasan zona merah.
Menurutnya, kondisi tersebut merugikan pedagang yang telah patuh terhadap aturan.
Ia menegaskan bahwa penataan relokasi di Kembangjoyo belum berjalan maksimal, sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para PKL yang bertahan di lokasi tersebut.
Sepinya pembeli membuat banyak pedagang memilih meninggalkan lapaknya.
Dari total 490 PKL yang semula menempati area tersebut, kini hanya sekitar 25 pedagang yang masih bertahan berjualan di Alun-Alun Kembangjoyo, Kelurahan Kalidoro.
Sebagian pedagang yang hengkang memilih mencari lokasi lain untuk berjualan. Namun, tidak sedikit pula yang terpaksa berhenti berdagang karena keterbatasan modal usaha.
Thukul menyebut kondisi tersebut semakin diperparah saat musim hujan, karena area lapak kerap tergenang air sehingga membuat pengunjung enggan datang.
Selain itu, pedagang dan pengunjung juga mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana di lokasi tersebut.
Fasilitas yang kurang memadai, termasuk sistem drainase yang buruk dan penerangan yang minim di malam hari, menjadi faktor lain yang menyebabkan kawasan itu kurang diminati.
Padahal, menurut Thukul, Alun-Alun Kembangjoyo memiliki potensi yang baik jika dikelola secara optimal.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan agar kawasan tersebut dapat kembali ramai dan mendukung aktivitas ekonomi para pedagang.
Sebagai informasi, PKL yang kini menempati Alun-Alun Kembangjoyo telah direlokasi sejak 2022.
Sebelumnya, mereka berjualan selama puluhan tahun di Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Pada 2019, para pedagang sempat dipindahkan ke Tempat Pemotongan Kayu (TPK) milik Perum Perhutani Pati, sebelum akhirnya kembali direlokasi ke Kembangjoyo.
Saat ini, di kawasan tersebut masih terlihat beberapa pelaku usaha yang bertahan, mulai dari penjual makanan dan minuman, penyedia wahana permainan, hingga jasa persewaan kendaraan mini. (adr)
Editor : Abdul Rochim