Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Isu Kenaikan BBM Bikin SPBU di Pati Diserbu, Pertamina Bilang Begini

Abdul Rochim • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:13 WIB
RAMAI: Warga mengantre di SPBU Gajahmati, Pati, tadi siang. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
RAMAI: Warga mengantre di SPBU Gajahmati, Pati, tadi siang. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Kabar mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak di lapangan. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pati dilaporkan mengalami peningkatan antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

Isu yang beredar menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM akan diberlakukan pada awal April mendatang. Dalam kabar tersebut, harga Pertamax (RON 92) disebut naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800.

Kemudian Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 menjadi Rp12.900 per liter, serta Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Baca Juga: BBM Naik, Warga Pati Mulai Lirik Sepeda Listrik, Tapi Tetap Andalkan Pertamax dan Pertalite

Tak hanya itu, Dexlite juga dikabarkan melonjak dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex disebut naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter pada Maret 2026.

Pantauan pada Selasa (31/3) sekitar pukul 13.00 menunjukkan antrean kendaraan mulai terlihat di beberapa SPBU, seperti di Gajahmati, Gemeces, dan Joyokusumo.

Warga tampak mulai mengantre untuk mengisi bahan bakar di tengah kabar yang belum pasti tersebut.

Namun demikian, pihak Pertamina memastikan bahwa informasi kenaikan harga BBM tersebut tidak benar.

Baca Juga: Target Luas Tambah Tanam Padi di Pati 119 Ribu Hektare pada 2026

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi.

“Tidak benar. Dari Pertamina saat ini belum ada informasi resmi terkait kenaikan BBM per 1 April,” imbuhnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Paguyuban SPBU Pati, Eko Kuswanto. Ia menegaskan bahwa kabar kenaikan tersebut adalah tidak benar.

“Hoax. Belum ada pengumuman,” ucapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, mengingat informasi yang beredar belum tentu benar dan belum ada kepastian dari pihak berwenang. (adr)

 

Editor : Abdul Rochim
#kenaikan BBM #SPBU Pati #antrean BBM #isu BBM April #panic buying