PATI - Kondisi jalan rusak parah di Desa Kayen, Kabupaten Pati, viral setelah warga menanaminya dengan pohon pisang sebagai bentuk protes.
Aksi tersebut dilakukan karena kerusakan jalan dinilai membahayakan pengguna, bahkan telah menyebabkan beberapa pengendara terjatuh.
Ruas jalan yang rusak berada di RT 6 RW 7 Desa Kayen dan menjadi akses penting menuju RSUD Kayen.
Baca Juga: Target Luas Tambah Tanam Padi di Pati 119 Ribu Hektare pada 2026
Kerusakan berupa lubang cukup dalam semakin berbahaya saat hujan turun karena menimbulkan genangan air yang menutup permukaan jalan.
Warga setempat, Herlan Puji Jasmani, mengaku sengaja menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai tanda peringatan sekaligus bentuk kritik kepada pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan.
“Ini maksudnya ya menanam pohon pisang di jalan ini karena sebagai rambu-rambu kepada pengguna jalan dan pemangku kebijakan, akses jalan ini rusak parah sejak beberapa bulan ini.
Padahal ruas jalan ini akses utama warga untuk sampai ke RSUD Kayen dan beberapa tempat penting lainnya, harusnya jalan ini ya bagus,” paparnya.
Herlan juga mengaku pernah terjatuh saat melintasi jalan tersebut karena lubang tertutup genangan air sehingga tidak terlihat.
“Ya harapannya jalan yang rusak seperti ini segera diperbaiki,” lanjut Herlan.
Keluhan serupa disampaikan Sujarwanto. Ia berharap perbaikan segera dilakukan karena jalan tersebut merupakan jalur utama masyarakat menuju RSUD Kayen hingga Pasar Kayen.
“Ya kemarin ada beberapa pengguna jalan yang jatuh, jika dibiarkan kondisi seperti ini maka akan semakin banyak membuat kecelakaan,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menyatakan ruas jalan Kantor Kawedanan–Kota Kayen telah masuk perencanaan perbaikan tahun 2026 dengan alokasi anggaran Rp1,25 miliar.
“Sudah (masuk rencana perbaikan) ruas jalan kantor kawedanan - Kota Kayen sudah dialokasikan anggaran Rp 1,25 miliar di tahun 2026,” ungkap Hasto.
Ia menambahkan, perencanaan teknis telah selesai dan saat ini tinggal menunggu arahan Plt Bupati Pati untuk proses tender pekerjaan.
“Mudah mudahan bisa bulan April, tinggal nunggu perintah saja untuk tendernya. Rencana penanganan 330 meter lebar 6 meter dengan konstruksi beton karena di sana sering terjadi genangan,” pungkasnya.
Editor : Abdul Rochim