PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menargetkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi mencapai 119 ribu hektare pada tahun 2026.
Target tersebut merupakan penugasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) guna meningkatkan produksi pangan, khususnya beras.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, menyampaikan pihaknya telah menandatangani kesepakatan bersama Gubernur Jawa Tengah terkait pencapaian target tersebut pada awal tahun.
Baca Juga: Keluarga Korban di Talun Pati Desak Polisi Ungkap Dalang Pengeroyokan, Empat Tersangka Sudah Ditahan
"Ada target dari Pemprov Jawa Tengah kepada Pemkab Pati 119 ribu hektare. Januari lalu kita menandatangani semacam kontraktual dengan gubernur. Targetnya memang sangat luas," papar Ratri.
Ia menjelaskan, target LTT tahun 2026 mengalami peningkatan sekitar 10 ribu hektare dibandingkan tahun 2025 yang ditetapkan seluas 109 ribu hektare.
“Untuk luas tambah tanam ini artinya penambahan sekitar 10 ribu hektare, dari semula 109 ribu hektare tahun lalu menjadi 119 ribu hektare tahun ini," jelasnya.
Meski target meningkat, Dispertan Pati optimistis mampu mencapainya. Hal ini didukung kondisi wilayah yang sebagian besar merupakan lahan pertanian padi.
Baca Juga: Nelayan di Pati Lomba Menyulam Jaring Meriahkan Sedekah Laut Juwana
“Kami tidak boleh pesimis, kami berharap nanti doanya dari masyarakat dan dukungan dari para petani paling tidak bisa tercapai,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, pada tahun 2025 produksi gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Pati mencapai 586.948 ton dari luas tanam 109.710 hektare.
Jika dikonversi, jumlah tersebut setara dengan 363.907 ton beras.
Dari total produksi tersebut, Kabupaten Pati mencatat surplus beras sebesar 217.071 ton, dengan tingkat konsumsi beras masyarakat mencapai 146.836 ton sepanjang 2025.
Editor : Abdul Rochim