Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

750 Kapal Padati Sungai Juwana Pati, Ancaman Banjir dan Kemacetan Perairan Meningkat

Abdul Rochim • Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:48 WIB

PADAT: Kapal-kapal bersandar memenuhi kawasan Pelabuhan Juwana. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
PADAT: Kapal-kapal bersandar memenuhi kawasan Pelabuhan Juwana. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Aktivitas sandar kapal di Sungai Juwana, Kabupaten Pati, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ratusan kapal tampak berjejer memenuhi alur sungai, kondisi yang menimbulkan kekhawatiran terutama saat musim hujan karena berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir.

Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pati, Baskoro, menilai kepadatan kapal perlu segera diantisipasi melalui optimalisasi dermaga yang telah tersedia.

Baca Juga: PKL Picu Kemacetan, Pemkab Pati Tegaskan Alun-alun Simpang Lima Tetap Zona Merah

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penumpukan, khususnya menjelang dan setelah Lebaran ketika aktivitas melaut meningkat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Evaluasi terhadap program yang belum berjalan optimal dinilai perlu dilakukan agar tidak menjadi beban daerah serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, pengawasan aktivitas perairan dilakukan secara intensif oleh Tim Terpadu Maritim Juwana yang dibagi menjadi empat tim.

Baca Juga: Plt Bupati Pati Batasi Dangdut Malam Hari saat Halalbihalal demi Jaga Kondusivitas

Tiga tim bertugas melakukan patroli sungai selama 24 jam secara bergantian untuk mengatur lalu lintas kapal.

Sedangkan satu tim lainnya fokus melakukan patroli darat, termasuk memantau pekerjaan panas di kapal serta memberikan edukasi terkait risiko kebakaran.

Pengaturan keluar-masuk kapal terus dilakukan untuk mencegah kemacetan di alur sungai sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan di perairan.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban aktivitas pelayaran di Juwana.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting untuk memastikan aktivitas nelayan dan transportasi air tetap berjalan aman dan lancar.

Saat ini tercatat sekitar 750 kapal bersandar dari total sekitar 1.100 kapal yang ada. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring akan digelarnya tradisi Sedekah Laut dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono, menjelaskan tradisi Sedekah Laut akan dilaksanakan di Desa Bendar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab masyarakat sebelum prosesi pelarungan sesaji di muara Sungai Juwana yang dijadwalkan berlangsung pukul 06.30 hingga 10.00 WIB.

Tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi wujud rasa syukur masyarakat nelayan, tetapi juga memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.

Selain prosesi utama, kegiatan juga dilengkapi wisata perahu yang diharapkan mampu menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. (adr)



Editor : Abdul Rochim
#kapal bersandar #Pelabuhan Juwana #kemacetan perairan #Kadin Pati #patroli maritim #Polairud Pati #Desa Bendar #wisata perahu #cuaca musim hujan #tradisi budaya #sungai juwana #pati #banjir #sedekah laut #nelayan