Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Campak Mulai Merebak di Pati, Pemerintah Gencarkan Imunisasi

Abdul Rochim • 2026-03-20 22:51:34
Ilustrasi imunisasi. (Freepik)
Ilustrasi imunisasi. (Freepik)

PATI - Kasus campak mulai ditemukan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Pati. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat terdapat enam kasus campak yang terkonfirmasi sejak Januari hingga awal Maret 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, menyebutkan bahwa dari total enam kasus tersebut, empat berasal dari Kecamatan Tayu, sementara masing-masing satu kasus ditemukan di Tambakromo dan Sukolilo.

Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan imunisasi atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Baca Juga: Saat Nyepi Bertemu Takbiran, Pati Tunjukkan Indahnya Kerukunan

Menurutnya, rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya kasus campak. Kondisi ini, lanjutnya, tak lepas dari dampak pandemi Covid-19, ketika pelaksanaan Posyandu sempat terhenti karena fokus penanganan dialihkan ke pandemi.

“Selama pandemi, banyak kegiatan Posyandu tidak berjalan sehingga cukup banyak masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi,” jelasnya.

Salis mengungkapkan, gejala awal campak biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh yang disertai demam dan kondisi tubuh yang lemas. Bintik-bintik umumnya muncul dari area belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Pada kondisi yang lebih parah, penderita juga bisa mengalami diare serta mata tampak kemerahan.

Dinkes Pati pun terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui jaringan Puskesmas. Masyarakat diimbau untuk segera melakukan isolasi apabila mengalami gejala awal seperti ruam.

Ia menegaskan bahwa imunisasi menjadi langkah utama dalam mencegah campak, bahkan mampu mengurangi hingga 80 persen risiko gejala berat. Pemerintah pun terus mendorong pelaksanaan imunisasi sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat.

Selain imunisasi, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Di antaranya dengan rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, membatasi kontak fisik, serta menghindari kerumunan, terutama ketika gejala mulai dirasakan. (adr)



Editor : Abdul Rochim
#pandemi Covid-19 #campak #kasus campak Pati #imunisasi #gejala campak #virus campak #pencegahan penyakit #pola hidup sehat #Sukolilo #posyandu #dinkes pati #Tayu pati #puskesmas #Tambakromo #kesehatan masyarakat