PATI — Tiga vihara di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, difungsikan sebagai rest area bagi para pemudik pada arus mudik tahun 2026.
Langkah ini menjadi bentuk nyata toleransi antarumat beragama, di mana tempat ibadah umat Buddha dibuka untuk umum sebagai lokasi beristirahat.
Selama musim mudik, fasilitas tempat singgah tidak hanya tersedia di masjid atau musala, tetapi juga di sejumlah vihara yang siap melayani pemudik dari berbagai latar belakang.
Baca Juga: Sudah Belasan Tahun, Warga Kajen Pati Tinggalkan Takbir Keliling Demi Hindari Konflik
Adapun tiga vihara yang disiapkan yakni Vihara Lokapanna Sampurna di Desa Growong Lor, Vihara Shaddhadipa di Dukuh Babadan, serta Vihara Vidyaloka di Desa Pekuwon.
Ketiganya telah dilengkapi fasilitas yang memadai untuk menunjang kenyamanan para pemudik.
Penyuluh Agama Buddha KUA Kecamatan Juwana, Kisruh Adi Setiawan, menjelaskan bahwa vihara tersebut terbuka bagi siapa saja tanpa memandang agama. Pemudik dapat beristirahat, menggunakan fasilitas toilet, hingga menginap jika diperlukan.
Program ini juga menjadi bentuk kontribusi umat Buddha dalam membantu masyarakat selama bulan Ramadan.
Baca Juga: Pesanan Membeludak! Jajanan Gapit Buatan Warga Rutan Kudus Laris Manis Jelang Lebaran
Inisiatif tersebut diperkuat dengan adanya edaran dari Kementerian Agama mengenai vihara ramah pemudik.
Menurutnya, kapasitas vihara cukup untuk menampung rombongan pemudik.
Fasilitas seperti aula luas, toilet, serta tempat tidur sederhana telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan para pelintas.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pembatasan bagi pengunjung. Semua pemudik dipersilakan singgah dan akan dilayani dengan baik.
Program vihara ramah pemudik ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2026. Berbagai sarana yang tersedia dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat luas.
Diharapkan, langkah ini dapat mempererat persaudaraan antarumat beragama serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat, khususnya selama musim mudik Lebaran. (adr)