PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengajukan usulan bantuan kepada Kementerian Perdagangan untuk revitalisasi sejumlah pasar tradisional di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Bhakti Juniar Isrony, menyatakan bahwa revitalisasi pasar tradisional menjadi kebutuhan mendesak karena adanya kerusakan dan kondisi pasar yang kurang memadai.
Menurut Rony, sapaan akrab Bhakti Juniar Isrony, beberapa pasar tradisional di Kota Mina Tani, Kabupaten Pati, mengalami kerusakan yang signifikan, sehingga perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat.
"Revitalisasi pasar-pasar tradisional ini memang sangat diperlukan. Beberapa pasar sudah mengalami kerusakan, dan ini mempengaruhi kenyamanan pedagang serta pengunjung," ujar Rony.
Total anggaran yang diajukan untuk revitalisasi pasar-pasar tersebut mencapai Rp 49 miliar. Untuk revitalisasi 7 pasar tradisional.
Mulai dari Pasar Sleko, Pasar Puri, Pasar Winong, Pasar Gembong, Pasar Trangkil, Pasar Porda Juwana, dan Pasar Tayu Kulon. (selengkapnya lihat grafis di bawah)
Rony menambahkan bahwa usulan revitalisasi ini sudah terdaftar dalam sistem SISP dan kini tinggal menunggu proses review dari pemerintah pusat.
Ia berharap bantuan tersebut bisa terealisasi pada perubahan anggaran tahun 2026 mendatang.
“Saat ini tinggal menunggu review. Usulan ini sudah masuk sistem SISP dan detailnya sudah kami sampaikan semuanya. Mengingat kondisi pasar tradisional yang sebagian besar hanya mendapatkan pemeliharaan kecil, revitalisasi ini sangat penting agar pasar dapat berfungsi dengan lebih baik lagi,” ungkap Rony.
Dengan adanya usulan ini, diharapkan pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pati dapat kembali berkembang dan semakin memberikan kenyamanan bagi pedagang serta pengunjung, sekaligus memperkuat sektor perekonomian lokal.
Sebelumnya Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, berkunjung ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut Plt. Bupati Pati diterima langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti dan menguatkan pengajuan bantuan program revitalisasi pasar di sejumlah wilayah Kabupaten Pati sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana perdagangan rakyat. (aua)
Usulan Revitalisasi Pasar Tradisional :
Pasar Sleko : Rp 30 miliar untuk penggabungan Pasar Sleko 1 dan 2.
Pasar Puri: Rp 5 miliar untuk penanganan jalan yang rusak, talang bocor, dan perapian kios.
Pasar Winong: Rp 4 miliar untuk perbaikan pasar yang sering tergenang karena kondisinya lebih rendah dari jalan.
Pasar Gembong : Rp 3,5 miliar untuk revitalisasi los ikan dan kios darurat di belakang pasar.
Pasar Trangkil: Rp 3 miliar untuk revitalisasi los ikan dan tempat bongkar muat.
Pasar Porda Juwana : Rp 2 miliar untuk revitalisasi los brambang yang terbakar.
Pasar Tayu Kulon : Rp 1,5 miliar untuk pembangunan los ayam dan kambing.
Total anggaran : Rp 49 miliar
Sumber : Kementerian Perdagangan
Perkiraan realisasi : perubahan anggaran tahun 2026
Status usulan saat ini : tinggal menunggu review dari kementerian, perlengkapan persyaratan sudah dimasukkan dalam sistem
Editor : Achmad Ulil Albab