Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kementerian Pertanian Pastikan Distribusi DOC untuk Peternak Mandiri Adil dan Transparan, Pemkab Pati Siap Kawal Kesepakatan

Achmad Ulil Albab • Senin, 23 Februari 2026 | 09:24 WIB

Kementerian Pertanian menjamin kepastian distribusi DOC untuk peternak mandiri di Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Kementerian Pertanian menjamin kepastian distribusi DOC untuk peternak mandiri di Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

PATI — Persoalan distribusi bibit ayam day old chick (DOC) yang dikeluhkan peternak mandiri di Kabupaten Pati akhirnya menemukan titik terang. 

Hal itu terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi pertemuan antara perusahaan pembibitan unggas dan peternak mandiri di Kabupaten Pati untuk memperbaiki distribusi bibit ayam day old chick (DOC).

Pertemuan ini digelar di Kantor Bupati Pati, Minggu (22/2). 

Dalam pertemuan itu disepakati adanya kepastian akses DOC bagi peternak secara lebih adil dan transparan.

Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda bersama Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. 

Koordinasi difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) serta Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP).

Direktur Jenderal PKH Agung Suganda menyebut pertemuan tersebut menjadi bentuk itikad baik semua pihak untuk menjaga keberlanjutan usaha perunggasan sekaligus memastikan kepastian bagi peternak mandiri.

“Kedua kepentingan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk diseimbangkan secara proporsional,” ungkap Agung saat memimpin rapat koordinasi kebutuhan dan suplai DOC broiler bagi peternak mandiri. 

Lebih lanjut Agung menegaskan, kapasitas produksi DOC secara nasional tersedia.

Sehingga fokus pemerintah adalah memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.

Menurutnya pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pembina untuk memastikan tata niaga berjalan sehat, berkeadilan, dan sesuai ketentuan.

Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional. 

"Yang terpenting bukan hanya kesepakatan di atas kertas, tetapi konsistensi pelaksanaannya di lapangan,” lanjutnya.

Agung juga menekankan peran GPPU dalam menjaga kontinuitas pasokan serta tanggung jawab PPMP memastikan anggotanya siap produksi dan menyerap DOC sesuai kesepakatan.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkapkan pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan hasil pertemuan agar dirasakan peternak.

“Kabupaten Pati sedang bergerak terus. Kebutuhan ayam di Pati ini sangat banyak. Dan sekiranya dalam hal ini 1.000 box DOC (red: 1 box = 100 ekor DOC) per minggu ini dapat menyuplai peternak di Pati sehingga harapan kami harga ayam terus stabil,” kata Chandra.

Lebih lanjut Chandra menyebut, dialog terbuka menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan ekosistem perunggasan yang lebih berkeadilan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PPMP Barry menyampaikan peternak mengapresiasi fasilitasi pemerintah yang mempertemukan seluruh pihak. 

“Kami dari dari PPMP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah bahwa dengan adanya kesepakatan ini peternak bangkit,” ujar Barry.

Barry juga mengajak peternak berjalan bersama korporasi dalam memperkuat kemitraan usaha.

“Kami mengapreasiasi langkah cepat Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah yang telah memfasilitasi dialog antara peternak dan perusahaan pembibitan. Kesepakatan ini menjadi gairah baru bagi peternak,” kata Barry.

Ketua IV GPPU Asrokh Nawawi mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti kesepakatan melalui verifikasi peternak mandiri yang membutuhkan DOC. 

“GPPU siap mendukung pemerintah dan siap mendukung PPMP,” ujar Asrokh.

Dalam dokumen komitmen bersama yang ditandatangani, disepakati kebutuhan DOC final stock (FS) ayam ras pedaging bagi anggota PPMP dipenuhi secara kontinu berdasarkan daftar pemesanan dan jadwal chick in minimal 1.000 box per minggu.

 

Kesepakatan juga memuat komitmen perusahaan pembibitan untuk melakukan inventarisasi ketersediaan DOC FS pedaging.

Serta mengoptimalkan distribusi kepada peternak anggota PPMP mulai akhir Februari 2026.

Pemenuhan kebutuhan DOC tetap mengacu mekanisme bisnis yang berlaku tanpa bundling pakan serta berdasarkan kesepakatan para pihak.

Direktur Jenderal PKH Agung menambahkan pertemuan ini strategis karena berlangsung menjelang Idulfitri saat stabilitas pasokan ayam menjadi perhatian nasional.

“Saya berharap setelah adanya kesepatakan ini tidak ada lagi ruang bagi kesalahpahaman. Yang ada adalah komunikasi terbuka, komitmen yang dijalankan, dan tanggung jawab bersama menjaga stabilitas pasokan serta keberlanjutan usaha,” kata Agung.

Pemerintah memastikan pengawasan distribusi diperkuat agar kesepakatan berjalan di lapangan.

Peternak mandiri pun menyatakan puas karena memperoleh kepastian pasokan DOC yang mendukung keberlanjutan usaha mereka. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#DOC #peternak mandiri #pati #Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra #kementerian pertanian #ayam