PATI – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng Hok Tik Bio Pati tahun ini berlangsung berbeda.
Tidak ada kirab budaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Panitia memusatkan kegiatan pada doa bersama dan penyelenggaraan pasar Imlek.
Ketua Klenteng Hok Tik Bio Pati, Eddy Siswanto, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui musyawarah dengan juru kunci klenteng.
Berdasarkan hasil ritual sembahyang di hadapan Dewa Bumi, kirab budaya tidak memperoleh restu.
“Setelah ritual, yang diperkenankan hanya doa bersama dan pasar Imlek. Jadi tahun ini tidak ada kirab,” ujarnya.
Ia menambahkan, panitia lebih mengedepankan kegiatan sosial, termasuk bakti sosial bagi masyarakat.
Menurutnya, klenteng bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang penghormatan kepada leluhur yang terbuka bagi semua kalangan.
Pasar Imlek tetap digelar pada 7–17 Februari 2026 dengan melibatkan berbagai komunitas.
Meski tanpa arak-arakan, suasana tetap semarak dan menjadi ajang silaturahmi warga.
Eddy juga menyampaikan bahwa setiap hari juru kunci mendoakan keselamatan masyarakat Kabupaten Pati, khususnya warga yang terdampak banjir.
Doa tersebut diharapkan membawa ketenteraman, kesehatan, dan perlindungan bagi semua.
Keputusan meniadakan kirab memang berbeda dari perayaan Imlek pada umumnya yang identik dengan pawai budaya.
Namun pihak klenteng memilih menonjolkan nilai spiritual dan kepedulian sosial di tengah situasi yang dihadapi masyarakat.
“Esensi Imlek adalah penghormatan kepada leluhur dan doa bersama. Bukan semata-mata kemeriahan,” tegasnya.
Dengan konsep yang lebih sederhana, perayaan Imlek di Hok Tik Bio tetap berjalan khidmat sekaligus mempererat kebersamaan warga Pati. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim