PATI – Menghadapi musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati memprioritaskan pembenahan tanggul-tanggul rawan serta percepatan normalisasi sungai guna menekan risiko banjir.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Pati, Widyotomo, mengatakan penanganan dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.
Mengingat kewenangan pengelolaan sungai, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana, berada di bawah BBWS, sinergi lintas instansi dinilai penting agar respons lebih cepat.
Menurutnya, koordinasi aktif membuat proses perbaikan tidak sepenuhnya bergantung pada satu pihak.
DPUTR turut turun langsung di lapangan untuk mempercepat penanganan titik-titik rawan.
Selain memperbaiki tanggul kritis yang berpotensi jebol, pihaknya juga menyiagakan alat berat untuk kondisi darurat.
Jika terjadi kerusakan, penanganan sementara dilakukan menggunakan sandbag atau karung pasir yang diperkuat trucuk bambu guna menahan luapan air agar tidak merendam permukiman.
Saat ini tercatat sekitar 15 titik rawan tersebar di sejumlah kecamatan.
Sebelumnya, 12 tanggul sempat mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan bertahap untuk meminimalkan potensi banjir susulan.
Normalisasi Sungai Juwana sebagai sungai utama juga terus dioptimalkan.
Dengan kapasitas yang lebih besar, sungai diharapkan mampu menampung debit kiriman dari anak-anak sungai saat curah hujan tinggi sehingga aliran air bisa mengalir lancar hingga ke muara.
Upaya pengerukan sebelumnya dinilai cukup efektif.
Pada Oktober 2025, wilayah Batangan dan Kayen sempat terendam banjir cukup tinggi.
Namun setelah dilakukan normalisasi di beberapa titik, potensi genangan berikutnya dapat ditekan.
Bersama BBWS, normalisasi telah dilakukan di sejumlah sungai seperti Sungai Simo, Sungai Sentul, Sungai Jeratun, Sungai Wedusan, Tegalombo, hingga Sungai Juwana.
Hasilnya, meski hujan deras turun, sejumlah kawasan relatif aman dari genangan.
Di daerah rawan seperti Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo hingga Gabus, pembersihan sampah dan sedimentasi terus digalakkan agar aliran air tetap lancar.
Sementara di wilayah selatan Pati, normalisasi mencakup Pasuruhan, Srikaton, Baturejo, hingga Baleadi.
Sungai Godo juga mendapat penanganan serupa sebagai bagian dari langkah terpadu pengendalian banjir di Kabupaten Pati. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim