PATI- Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 4 Pati berdampak pada dihentikannya sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margorejo atau SPPG Rendole.
Penghentian layanan ini sampai hasil lab keluar.
SPPG Rondole sebelumnya melayani distribusi MBG ke tujuh sekolah, terdiri atas satu PAUD, satu TK, dua SD, satu SMA, dan dua SMK, termasuk SMKN 4 Pati.
Untuk sementara waktu, seluruh layanan pemenuhan gizi ke sekolah-sekolah tersebut dihentikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa penghentian operasional dilakukan hingga terbit surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain menunggu arahan BGN, Pemkab Pati juga masih menantikan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Menu MBG yang disajikan pada Senin (9/2) dan kini tengah diuji di laboratorium di Semarang terdiri atas nasi, garang asem ayam, sayuran, semangka, dan susu kedelai.
Makanan tersebut dikonsumsi siswa sekitar pukul 12.00 WIB.
Beberapa menit kemudian, sebanyak 23 siswa mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah.
Menyusul munculnya keluhan tersebut, distribusi MBG langsung dihentikan.
Ratusan porsi yang telah dibagikan turut ditarik kembali sebagai langkah antisipasi.
Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan tenaga medis dan mendatangkan ambulans untuk mengevakuasi siswa yang terdampak ke RS Keluarga Sehat (KSH) Pati.
Seluruh siswa yang mengalami gejala sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari total 23 siswa, sebanyak 21 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara dua siswa lainnya masih dalam perawatan dan pemantauan medis. (adr)
Editor : Achmad Ulil Albab