Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kemenag Pati Tegaskan Video Joget Mayoret di Acara Haflah Akhirussanah Bukan Terjadi di Pati

Redaksi • Selasa, 10 Februari 2026 | 20:33 WIB
Viral joget dengan pakaian mayoret drumband di sebuah acara haflah akhirussanah. (SS TIK TOK)
Viral joget dengan pakaian mayoret drumband di sebuah acara haflah akhirussanah. (SS TIK TOK)

 

PATI - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan sekelompok perempuan berpakaian mayoret dalam acara Haflah Akhirussanah.

Ia menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut tidak terjadi di wilayah Kabupaten Pati, seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Diketahui dalam sebuah video yang viral itu banyak mengundang komentar yang sebagian besar menilai aksi jogetan itu tidak pantas.

Ahmad Syaiku mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap lembaga pendidikan yang disebut dalam video, yakni Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) I’anatut Tholibin.

Meski terdapat lembaga dengan nama serupa di Kecamatan Gabus, Pati, namun dipastikan tidak pernah menggelar kegiatan sebagaimana yang ditampilkan dalam video.

“Sudah kami klarifikasi. Kejadian itu tidak terjadi di Pati. MDT I’anatut Tholibin memang ada di Gabus, tetapi setelah kami cek, tidak pernah melaksanakan Haflah Akhirussanah seperti dalam video,” ujar Syaiku kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Desa Bakung, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Selain itu, Ahmad Syaiku juga membantah kabar yang mengaitkan video tersebut dengan Perguruan Islam I’anatut Thalibin (ITB) Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso.

Ia menjelaskan bahwa lembaga di Cebolek merupakan Madrasah Aliyah, sedangkan yang terekam dalam video adalah Madrasah Diniyah.

Menurutnya, kesalahan informasi ini terjadi akibat keterangan yang tidak sesuai di media sosial, sehingga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Ahmad Syaiku mengimbau masyarakat dan warganet agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta melakukan verifikasi sebelum memberikan komentar maupun membagikannya.

“Kami berharap masyarakat benar-benar mengecek kebenaran informasi sebelum berkomentar. Informasi yang tidak akurat dapat merugikan lembaga pendidikan di Pati,” tegasnya. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#madrasah #joget #pati #mayoret #kemenag #Viral