PATI - Sebagian besar korban dugaan kasus keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) sudah pulang ke rumah. Tinggal dua orang yang masih menjalani perawatan di RS KSH Pati.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo.
Diberitakan sebelumnya, ada 23 pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Pati yang diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). Makanan ini dipasok dari Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rendole dari Yayasan Patriot Bangsa.
Para pelajar yang diduga keracunan merasakan mual, pusing dan muntah-muntah.
Dari 23 siswa itu, 21 dinyatakan sudah diperbolehkan pulang. Kini tinggal dua siswa yang masih menjalani perawatan di RS KSH Pati.
"Dari 23 siswa-siswi yang dilarikan ke rumah sakit, sebanyak 21 sudah boleh pulang rawat jalan. Tinggal dua yang masih dirawat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo.
Lebih lanjut Lucky menyebut, pihak Dinkes Pati sendiri telah mengirim sampel makanan untuk diobservasi di Semarang.
“Untuk hari ini kita fokus mengirim sampel makanan ke Semarang,” lanjutnya.
Sedangkan terkait informasi hasil observasi, pihaknya belum bisa memastikan.
Namun, ia memperkirakan, hasil akan keluar dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu.
Adapun menu makanan yang diambil untuk sampel diantaranya nasi, garang asem ayam, tahu krispi dan tumis labu siam wortel.
“Kami tidak bisa memastikan, tapi kalau pengalaman yang sudah-sudah kurang lebih satu minggu (keluar hasilnya) ,” pungkasnya.
Diketahui kepanikan terjadi pada Senin (9/2) siang, saat para siswa-siswi mengalami gejala keracunan makanan. Mereka langsung dilarikan ke RS KSH Pati.
Penanangan secepatnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Pengetatan SOP bakal dilakukan.
Diketahui ini merupakan kasus dugaan keracunan pertama yang mencuat dalam pelaksanaan MBG di Pati. (aua)
Editor : Abdul Rochim