PATI — Pengendara yang melintas di jalur penghubung Pati–Blora melalui Kecamatan Kayen masih harus ekstra waspada.
Di Desa Purwokerto, kondisi jalan yang ambles akibat longsor belum juga tertangani meski peristiwa tersebut terjadi lebih dari dua tahun lalu.
Longsoran tebing yang dipicu hujan lebat pada Desember 2022 menggerus badan jalan hingga sebagian ruas ambruk.
Akibatnya, jalur yang semula cukup lapang kini hanya menyisakan satu lajur sempit.
Kendaraan dari dua arah terpaksa bergantian melintas, dengan jurang terbuka menganga di sisi jalan.
Kondisi ini menjadi kekhawatiran rutin bagi pengguna jalan.
Beni, salah satu pengendara, menyebut jalur tersebut kerap membuatnya tidak tenang, terutama saat cuaca buruk.
“Lebarnya tinggal separuh. Kalau papasan harus pelan-pelan, salah sedikit bisa bahaya,” tuturnya. Ia berharap ada penanganan serius karena jalur itu menjadi akses penting warga menuju Blora maupun Kota Pati.
Risiko makin tinggi ketika hujan turun. Minimnya penerangan dan potensi longsor susulan membuat jalur tersebut rawan kecelakaan, khususnya pada malam hari.
Pemerintah Kabupaten Pati sendiri belum melakukan perbaikan permanen karena keterbatasan anggaran.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati menyebutkan bahwa kebutuhan dana untuk penanganan cukup besar dan melampaui kemampuan APBD daerah.
Perwakilan Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa rencana teknis penanganan tidak sekadar tambal sulam.
Pemerintah merancang pembangunan dinding penahan tanah (talud) beton di sisi utara jalan dengan ketinggian puluhan meter untuk menahan tebing yang rawan longsor.
“Selain itu, bukit di sisi selatan juga perlu dipotong agar jalan bisa dilebarkan dan kembali aman dilalui dua arah,” jelasnya.
Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.
Karena itu, Pemkab Pati memilih mengajukan bantuan melalui skema hibah dari pemerintah pusat, khususnya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Usulan sudah diajukan langsung oleh Bupati dan sekarang masih proses verifikasi,” tambah Hasto.
Jika disetujui, perbaikan akan mencakup penguatan struktur tanah, pembangunan talud beton, serta pemulihan badan jalan.
Pemkab berharap akses alternatif Pati–Blora tersebut bisa kembali berfungsi optimal tanpa mengancam keselamatan pengguna jalan. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim