Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Pati Dapat Bantuan 50 Unit Kincir Air untuk Tambak Nila Salin

Achmad Ulil Albab • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:13 WIB
Penyerahan bantuan alat kincir air untuk mendukung usaha budidaya ikan nila salin di wilayah Kabupaten Pati. (HUMAS PATI)
Penyerahan bantuan alat kincir air untuk mendukung usaha budidaya ikan nila salin di wilayah Kabupaten Pati. (HUMAS PATI)

 

 

PATI - Pemerintah Kabupaten Pati menerima bantuan CSR kincir ari tambak untuk mendukung pengembangan budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati.

Secara simbolis penyerahan dilakukan oleh pihak dari BNI Pati kepada Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.  

Kegiatan tersebut digelar di Ruang Joyokusumo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Dalam kesempatan itu, Chandra menyampaikan apresiasi kepada Bank BNI atas dukungan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi peningkatan produktivitas perikanan budidaya di daerah.

Ia mengucapkan terima kasih atas penyaluran 50 unit kincir air tambak yang diberikan kepada pembudidaya ikan nila salin di sejumlah wilayah, antara lain Jepat Lor, Dororejo, Kalikalong, Tunggulsari, Margomulyo, Tunjungrejo, Dukuhseti, Desa Kembang, dan Puncel.

Menurut Chandra, bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus dalam penanganan dampak banjir yang terjadi pada Januari dan Februari lalu.

Ia menilai penggunaan kincir air memberikan perbedaan signifikan terhadap hasil panen ikan nila salin.

“Tambak yang menggunakan kincir air, baik sistem intensif maupun tradisional, menunjukkan peningkatan hasil yang sangat besar. Bahkan produktivitasnya bisa meningkat lebih dari 50 persen dibanding tanpa kincir,” ungkapnya.

Terkait keberlanjutan program, Plt Bupati Pati menekankan pentingnya dukungan infrastruktur kelistrikan.

Ia meminta agar wilayah tambak yang belum teraliri listrik segera dilakukan pendataan untuk selanjutnya difasilitasi bersama pihak PLN.

“Mohon didata kembali daerah-daerah tambak yang listriknya belum masuk, agar budidaya nila salin ini benar-benar bisa berkembang dan menopang perekonomian Kabupaten Pati,” tegasnya.

Chandra juga menyampaikan bahwa pengembangan ikan nila salin telah diintegrasikan dengan program MBG. Ia mengaku telah menginstruksikan pengelola MBG agar memanfaatkan ikan nila salin sebagai salah satu menu.

“Saya sudah meminta pemilik MBG untuk menggunakan ikan nila salin. Kemarin sudah ada yang masuk dan diolah, salah satunya dengan cara presto,” ujarnya. Ia pun berharap dukungan CSR Bank BNI dapat terus berlanjut dan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso, melaporkan bahwa nilai bantuan CSR Bank BNI tersebut mencapai Rp348 juta untuk pengadaan 50 unit kincir air tambak, yang disalurkan kepada 25 pembudidaya ikan nila salin.

Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan merupakan pembudidaya yang telah memiliki akses listrik serta tercatat sebagai nasabah Bank BNI.

Selain itu, Hadi Santoso menyebutkan bahwa produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pati pada tahun 2025 mencapai 48.205 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 70.000 ton pada tahun 2026. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#Risma Ardhi Chandra #nila salin #ikan nila #bantuan #csr #plt bupati