Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Setoran Pelicin Calon Perangkat Desa di Pati Tak Dikembalikan Penuh

Abdul Rochim • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:37 WIB
Bupati Kabupaten Pati Sudewo. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Bupati Kabupaten Pati Sudewo. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

PATI - Pengembalian setoran pelicin calon perangkat desa (perades) di Pati tak dikembalikan penuh.

Uang tersebut digunakan untuk keperluan riwa-riwi, keamanan hingga administrasi. Bahkan sempat digunakan untuk ke tempat hiburan malam.

Pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1) lalu, kepala desa (kades), "sales" atau timnya segera mengembalikan uang setoran peserta seleksi perades. Semua sudah dikembalikan ke para peserta.

"Sudah beres semua," papar "sales" yang meminta namanya tak disebutkan.

Setoran yang dikembalikan itu ada yang tak komplit. Alias kena potongan hingga 10 persen.

Uang tersebut sambung calon perades yang tak ingin disebut namanya, digunakan untuk kebutuhan tim kades ketika melancarkan aksinya. Sehingga terpaksa dipotong.

"Buat administrasi, keamanan dan lain-lain katanya," paparnya.

Namun, ada juga yang digunakan untuk pemuas nafsu. Salah satu tim sales dari Pati Barat menggunakan uang tersebut untuk pergi ke tempat hiburan malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebenarnya uang itu rencana penjaringan calon perangkat desa tahun 2026 diduga dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tidak bertanggung jawab.

Mereka menawarkan kemudahan meloloskan peserta seleksi dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Dana yang berhasil dihimpun itu kemudian direncanakan untuk disetorkan dalam sebuah pertemuan di wilayah Jaken.

Namun, sosok pengumpul dana yang  itu mempasrahkan ke tim lainnya sebesar Rp 500 juta. "Kan ada timya itu. Dipasrahkan sales lainnya," paparnya.

Setelah menerima dana segar itu, tim tak segera menyetor uang tersebut.  Mereka malah mampir ke salah satu tempat hiburan malam di Kecamatan Margorejo.

"Sempat ramai itu. Sampai pagi karaokean," tukasnya.

Jika dihitung-hitung harga paketan karaoke antara Rp 750 ribu hingga Rp 1,2 Jutaan. Itu dapat satu paket minuman keras dan dua ladies companion (LC).

"Kalau 5-6 jam nyanyi ya habis Rp 7- Rp10 jutaan," imbuhnya.

Dari sanalah salah satu penyebab uang pengembalian setoran tak utuh. Alias kena potongan.

"Lah yang digunakan kan uang setoran tadi. Dilalah, paginya ramai OTT itu," tandasnya.

Selain untuk hiburan malam dan administrasi, menurut sales ini, biasanya memang digunakan tambahan untuk memperkaya diri. Istilahnya ngiras-ngirus.

"Semua kan sudah dihitung. Mengkondisikan BPD dan keamanan setempat. Kalau ambil lagi ya buat apa? Untuk memperkaya diri," tegasnya. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#pati #uang pelicin calon perangkat desa di Pati #kpk ott sudewo