Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pengembalian Setoran Perangkat Desa di Pati Dipotong

Abdul Rochim • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:32 WIB
Bupati Pati, Sudewo tiba di gedung KPK usai terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Bupati Pati, Sudewo tiba di gedung KPK usai terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

PATI - Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT), sejumlah tim kepala desa (kades) melakukan pengembalian ke calon perangkat desa (perades).

Pengembaliannya tak komplit kena potongan 7-10 persen per kepala.

Hal tersebut dibocorkan oleh calon perades di Pati Timur. Ia sempat kaget karena tak komplit mendapat pengembalian.

"Mau gimana lagi. Terlanjut takut," imbuh calon perades yang enggan disebut namanya.

Mulanya ia setor kepada "sales" sebesar Rp 135 juta. Tapi saat uangnya dikembalikan tak sebanyak itu.

"Kena potongan 10 persenan, Mas. Uang saya dikembalikan Rp 120-an juta," ucapnya.

Tak hanya dirinya, tekan calon perades juga sambat kepadanya. Sekitar 30-50-an orang mengeluhkan hal yang sama.

"Semuanya kena. Tapi ini Pati Timur," tandasnya.

Tiap tim kades disebutnya mendapatkan pungutan bervariasi. Ada yang mendapat cuma Rp 10 jutaan. Juga ada yang Rp 15 jutaan.

"Kan beda-beda setorannya. Hitungan kasarnya kena potongan 7-10 persenan," ucapnya.

Dia memang menerima apa adanya pasca potongan. Karena memang ada kebutuhan atau syarat administrasi tertentu. "Bilangnya seperti itu. Buat administrasi," ucapnya.

Sumber lain pun mengatakan hal yang sama. Memang ada beberapa tempat yang dipotong saat pengembalian.

Tapi itu tak semua tempat. Sumber ini menyebutkan di daerahnya di kembalikan penuh.

"Saya pegang selatan aman. Semua saya kembalikan penuh. Wong saya kembalikan sendiri," tuturnya.

Ia menyebut bahwa adanya potongan ini dikarenakan daerah tersebut paling akhir setor. Sehingga ada kenaikan tarif.

"Di sana kan daerah yang paling terakhir setoran (deadline tanggal 20, Red). Karena harganya naik, jadi dikembalikan setoran awalnya (Rp 115 jutaan, red)," imbuhnya.

"Sales" yang enggan disebut namanya juga tak bisa memastikan potongan pengembalian ini menyeluruh di Bumi Mina Tani. Sebab, kondisi tiap daerah berbeda-beda.

"Tidak bisa disamaratakan. Kalau saya daerah Gembong dan sekitarnya dikembalikan penuh. Tapi tidak tahu juga kalau Pati Utara," ucapnya.

Ia memperkirakan uang potongan itu digunakan untuk kebutuhan makan, riwa-riwi hingga kebutuhan mendesak lainnya. Sehingga terpaksa memotong.

"Mungkin untuk kebutuhan saat mempermulus jalan transaksi dulu. Uangnya kan dipakai dulu," pungkasnya. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#pemerasan caperdes di Pati #perangkat desa #kpk ott sudewo