PATI – RS Keluarga Sehat (KSH) Group kembali menggelar lokakarya manajemen tahunan sebagai agenda rutin evaluasi dan perencanaan strategis perusahaan.
Lokakarya tahun ini mengusung tema “2 Decade Dedicated to Better Quality Care with AI and Smart Hospital Networking”, seiring dengan momentum dua dekade perjalanan KSH Group dalam pelayanan kesehatan.
Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera yang menaungi KSH Group, Dr. Benny Purwanto, menjelaskan bahwa lokakarya manajemen ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan arah dan strategi pelayanan ke depan.
“Lokakarya manajemen ini kami laksanakan setiap tahun untuk mengevaluasi kinerja tahun lalu dan menentukan langkah apa yang akan kami lakukan ke depan. Ini sangat strategis, apalagi tahun ini terjadi perubahan dari rumah sakit itu untuk berbasis kompetensi,” ujar Benny.
Ia menjelaskan, sistem pelayanan kesehatan saat ini mulai bergeser dari pola berjenjang berbasis kelas dan jarak rumah sakit menjadi berbasis kompetensi layanan.
Artinya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tertentu tidak harus dirujuk secara berlapis dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit kelas D, C, hingga B, melainkan bisa langsung menuju rumah sakit yang memiliki kompetensi dan fasilitas yang sesuai.
“Tujuannya agar pasien tidak harus berputar-putar dari puskesmas ke rumah sakit kelas D lalu ke kelas C. Jika sejak awal sudah diketahui rumah sakit mana yang mampu melayani dengan baik, pasien bisa langsung dirujuk ke sana supaya penyakitnya tidak keburu berat,” jelasnya.
Dalam lokakarya tersebut, KSH Group juga menegaskan kesiapan layanan unggulan yang dimiliki, di antaranya pelayanan Cathlab untuk pemasangan ring atau stent jantung yang kini sudah bisa dilakukan di RS KSH. Selain itu, KSH Group juga telah menggunakan CT Scan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan proses pemeriksaan lebih cepat dan hasil diagnosis lebih akurat.
“Kami juga memiliki pelayanan Tim Kartini, yakni layanan kesehatan yang seluruh tenaga medis dan kesehatannya perempuan, mulai dari dokter hingga perawat. Layanan ini ditujukan bagi ibu-ibu maupun remaja putri yang merasa lebih nyaman dilayani oleh tenaga kesehatan perempuan,” terang Benny.
Tak hanya itu, KSH Group juga menyediakan Child Development Center sebagai layanan khusus tumbuh kembang anak, guna mendukung deteksi dan penanganan dini terhadap gangguan perkembangan anak.
Lebih lanjut, Benny mencontohkan, pasien dengan kondisi sumbatan jantung berat yang membutuhkan pemasangan stent tidak perlu lagi dirujuk secara berjenjang.
Jika hasil pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama menunjukkan kebutuhan tindakan lanjutan, pasien dapat langsung dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kompetensi Cathlab.
“Semua tergantung hasil pemeriksaan dokter di FKTP, apakah pasien membutuhkan pelayanan tingkat dasar, madya, utama, atau paripurna. Jangan sampai pasien diputar-putar rujuk ke sana ke sini hingga kondisinya semakin parah. Inilah tujuan kebijakan pemerintah dalam sistem rujukan berbasis kompetensi,” tegasnya.
Melalui lokakarya manajemen tahunan ini, KSH Group berharap seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih efektif, cepat, dan berorientasi pada keselamatan serta kualitas pelayanan bagi masyarakat. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab