PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mendampingi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Rabu (21/1/2026).
Keduanya menyambangi Desa Bumirejo dan Doropayung untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat penanganan yang telah dilakukan di lapangan.
Dalam kunjungan itu, Taj Yasin mengungkapkan bahwa genangan masih melanda 18 desa di wilayah Juwana. Sekitar 16 ribu warga terdampak akibat banjir yang belum sepenuhnya surut.
Ia mengapresiasi sinergi berbagai elemen dalam membantu warga, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga unsur TNI-Polri.
“Kolaborasinya luar biasa. Ada FKUB, perawat, TNI, Polri, semua bergerak. Dapur umum juga sudah berjalan di tiga titik dan kualitas makanannya baik,” tuturnya.
Menurut Taj Yasin, banjir dipicu oleh kombinasi faktor alam dan teknis.
Selain aliran sungai yang berada di level rendah, limpahan air dari wilayah hulu serta pengaruh rob turut memperparah kondisi.
Untuk jangka panjang, Pemerintah Provinsi mendorong penanganan terpadu, termasuk rekayasa aliran air.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah pembuatan jalur sungai baru menuju laut.
“Ke depan perlu ada pembagian aliran air, bahkan memungkinkan dibuat sungai baru agar air bisa langsung dibuang ke laut,” jelasnya.
Baca Juga: SUDEWO DITAHAN: Sufmi Dasco Sebut Sedang Dibahas di Mahkamah Partai Kehormatan Gerindra
Sementara dalam jangka pendek, pengendalian debit air akan difokuskan di wilayah utara dengan mengoptimalkan pompa ke arah laut.
Pemompaan di area permukiman dinilai kurang efektif karena air akan kembali akibat tekanan dari luar.
Di sektor kesehatan, Taj Yasin memastikan layanan bagi warga terdampak berjalan baik.
Obat-obatan tersedia, dan tenaga medis aktif di lapangan, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan bantuan.
Wilayah yang disebut belum tersentuh, seperti Karangrowo dan Mintobasuki, diminta segera didata.
“Tidak boleh ada yang terlewat. Semua harus mendapat bantuan. Data dari kecamatan harus lengkap,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan langkah lanjutan berupa peninggian tanggul serta wacana pembangunan tanggul karet di kawasan utara guna menahan rob.
Upaya ini dirancang bertahap, menyesuaikan kondisi teknis dan anggaran.
Usai mendampingi Plh Gubernur, Plt Bupati Pati melanjutkan pemantauan secara mandiri ke Desa Mintomulyo.
Ia berharap genangan segera surut dan rencana besar penanganan banjir bisa segera diwujudkan.
“Mohon doa untuk Kabupaten Pati agar banjir ini cepat surut. Kami menyiapkan solusi bersama Pemprov, BBWS, dan PU, mulai dari normalisasi sungai hingga sodetan Sungai Juwana. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” ujar Risma didampingi Ketua I TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra.
Adapun Bupati Pati Sudewo sedang menjalani masa tahanan di rutan KPK. Ini selepas dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan penyidikan. Disimpulkan Sudewo diduga melakukan pemerasan terhadap calon perangkat desa (caperdes). (*/him)