PATI – Aktivitas tak biasa terpantau di Markas Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, pada Senin (19/1/2026).
Sejumlah pejabat dari Kecamatan Jaken serta beberapa kepala desa di Kabupaten Pati dikabarkan menjalani pemeriksaan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lokasi tersebut.
Sejak malam sebelumnya, pengamanan di sekitar Mapolsek Sumber terlihat diperketat. Akses masuk ditutup, sementara beberapa personel kepolisian berjaga di area gerbang dan halaman kantor.
Seorang warga setempat, Eko Yuli, mengaku mulai mencurigai adanya kegiatan berbeda sejak larut malam.
Menurutnya, arus kendaraan keluar-masuk Mapolsek meningkat drastis, disertai penjagaan yang tidak seperti hari biasa.
“Sekitar jam sebelas malam saya pulang, sudah ramai mobil keluar masuk. Penjagaannya terasa lebih ketat dari biasanya,” tutur Eko.
Hingga siang hari, Kapolsek Sumber AKP Pujiono belum memberikan pernyataan resmi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan sejak Minggu malam belum mendapatkan tanggapan.
Informasi yang dihimpun dari sumber internal menyebutkan bahwa pemeriksaan tersebut melibatkan Camat Jaken Tri Agung Setiawan bersama sejumlah kepala desa.
Materi pemeriksaan diduga berkaitan dengan indikasi praktik transaksional dalam pengisian jabatan tertentu.
Sekretaris Kecamatan Jaken, Agus Karyadi, mengaku belum memperoleh informasi yang pasti terkait kabar tersebut.
Ia menyebut banyak informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Saya belum dapat info yang jelas. Kabar yang beredar masih simpang siur, apalagi lokasinya bukan di wilayah Jaken,” ujar Agus.
Terkait keberadaan Camat Jaken, Agus mengatakan bahwa hingga pagi hari camat belum terlihat di kantor.
Padahal, menurutnya, terdapat agenda rapat di Pati sekitar pukul 09.00 WIB.
“Terakhir saya di kantor, Pak Camat belum datang,” tambahnya.
Sumber lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
Ia mengaku mendapat informasi langsung dari perangkat desa bahwa sejumlah pejabat dipanggil untuk dimintai keterangan.
Sementara itu, konfirmasi ke jajaran Pemerintah Kabupaten Pati belum membuahkan hasil. Penjabat Sekda Pati Teguh Widyatmoko tidak merespons panggilan telepon.
Informasi dari internal Setda menyebutkan bahwa Bupati Pati Sudewo sedang berada di luar daerah untuk menghadiri agenda Rakernas APKASI di Batam.
Pantauan wartawan sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan beberapa kendaraan berpelat luar daerah.
Termasuk pelat H Semarang, terparkir di sekitar Mapolsek Sumber.
Terlihat pula mobil polisi dan kendaraan pribadi lainnya.
Wartawan yang mengambil gambar di sekitar lokasi sempat ditegur oleh seorang anggota kepolisian berpakaian kaos hitam dan diminta menghapus foto yang telah diambil.
Warga sekitar Mapolsek juga mengungkapkan bahwa sejak malam hari, kendaraan dengan pelat luar daerah tampak silih berganti keluar masuk halaman kantor polisi.
“Sekitar jam setengah sebelas malam, halaman sudah ramai,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dari informasi yang beredar, sekitar sepuluh orang dipanggil untuk dimintai keterangan. Mereka terdiri dari camat, sejumlah kepala desa, bendahara kecamatan, serta staf inti.
Pemeriksaan tersebut diduga merupakan bagian dari pendalaman kasus dugaan jual beli jabatan di wilayah Kecamatan Jaken.
Tim KPK disebut masih mengumpulkan keterangan guna melengkapi alat bukti.
Hingga berita ini ditulis, aktivitas pemeriksaan masih berlangsung di dalam gedung Mapolsek Sumber. Pihak kepolisian setempat belum memberikan penjelasan resmi.
Di sisi lain, pada dini hari yang sama, sekitar pukul 01.00 WIB, Polres Kudus juga disebut digunakan sebagai lokasi pemeriksaan dalam rangka penyelidikan KPK terhadap Bupati Pati Sudewo.
Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.
Dalam tahapan tersebut, Sudewo dan Camat Jaken diperiksa sebagai saksi.
Penyidik menitikberatkan pada dugaan adanya praktik jual beli jabatan serta indikasi gratifikasi atau suap dalam proses pengangkatan perangkat desa yang diduga menyimpang dari prosedur.
Pemilihan waktu dini hari disebut bertujuan mempercepat penggalian keterangan awal.
Polres Kudus dalam hal ini hanya berfungsi sebagai penyedia tempat pemeriksaan demi menjamin keamanan dan netralitas proses.
Hingga pagi hari, situasi di Polres Kudus dilaporkan kondusif. Aktivitas kepolisian berlangsung normal tanpa adanya pengamanan tambahan.
Kabar pemeriksaan Bupati Sudewo oleh KPK kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan di kalangan elit politik Bumi Mina Tani.
Sejumlah tokoh politik mengonfirmasi bahwa Sudewo menerima panggilan dari KPK.
“Sejak pagi camat, kepala desa, dan perangkat desa dipanggil. Katanya ada dua koper,” ujar seorang narasumber yang meminta namanya dirahasiakan.
Selain Bupati Pati, Camat Jaken Tri Agung Setiawan juga disebut menjalani pemeriksaan, dengan lokasi pemeriksaan dilakukan di Mapolsek Sumber, Kabupaten Rembang. (*/him)
Editor : Abdul Rochim