KUDUS – Aktivitas di Markas Polres Kudus pada Senin pagi tampak berlangsung normal.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tidak terlihat pengamanan khusus di area pintu masuk.
Petugas berjaga sebagaimana rutinitas harian, tanpa penambahan personel maupun pengaturan lalu lintas internal.
Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, beredar informasi di kalangan wartawan mengenai dugaan pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebut-sebut dilakukan di Polres Kudus.
Informasi itu muncul bertepatan dengan selesainya Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo memimpin gelar perkara kasus pidana umum.
Usai agenda tersebut, halaman Mapolres Kudus sempat dipadati sejumlah warga.
Mereka merupakan keluarga korban dan pihak terkait yang hendak meminta klarifikasi terkait dugaan uang damai dalam perkara pengeroyokan saat hiburan orkes.
Hadir pula perwakilan keluarga terduga pelaku serta unsur Pemerintah Desa Japan.
Meski demikian, setelah agenda gelar perkara selesai, situasi kembali lengang.
Tidak tampak adanya pembatasan akses ataupun penjagaan ekstra di lingkungan Mapolres.
Saat dimintai konfirmasi mengenai kabar pemeriksaan Bupati Pati di Polres Kudus, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo tidak memberikan keterangan.
Hingga berita ini disusun, belum ada penegasan apakah pemeriksaan tersebut benar berlangsung di Mapolres Kudus atau di lokasi lain.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Bupati Pati Sudewo menjalani pemeriksaan oleh KPK pada pagi hari.
Usai pemeriksaan tersebut, ia dikabarkan langsung bertolak ke Jakarta. Informasi ini cepat menyebar di kalangan tokoh politik dan elit daerah di wilayah Bumi Mina Tani.
Sejumlah sumber menyebutkan, pemeriksaan turut melibatkan Camat Jaken Tri Agung Setiawan, beberapa kepala desa, serta perangkat desa.
Bahkan disebut-sebut terdapat dua koper yang turut diamankan, meski informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi.
Berbeda dengan Sudewo, Camat Jaken dikabarkan diperiksa di tempat lain, yakni Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, wartawan berupaya menghubungi jajaran Pemerintah Kabupaten Pati.
Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra serta Penjabat Sekda Pati Teguh Widiatmoko telah dihubungi, namun hingga berita ini ditayangkan belum memberikan respons.
Upaya konfirmasi langsung juga dilakukan dengan mendatangi kantor Wakil Bupati dan Sekda Pati. Namun keduanya tidak berada di lokasi.
Sementara itu, kondisi Pendapa Kabupaten Pati tampak lebih lengang dari biasanya. Kendaraan dinas Bupati Pati terlihat masih terparkir di halaman pendapa.
Ajudan Bupati Pati, Raihan, menyampaikan bahwa Sudewo sedang berada di luar kota. Namun ia enggan memastikan apakah yang bersangkutan berada di Kudus.
“Bupati sedang di luar kota. Untuk detail lokasinya kami belum bisa menyampaikan,” kata Raihan.
Terkait mobil dinas yang masih berada di pendapa, Raihan menjelaskan bahwa Sudewo menggunakan kendaraan lain.
Di sisi lain, seorang sumber internal DPRD Pati menyebutkan bahwa Sudewo telah berada di Jakarta pada hari ini, Senin (19/1).
Ia disebut berangkat setelah menjalani pemeriksaan pada dini hari.
“Informasinya sudah ke Jakarta. Tadi sempat ada upaya pencegatan di Bandara Semarang, tapi proses tetap berjalan,” ungkap sumber tersebut.
Sumber yang sama menambahkan bahwa operasi tangkap tangan dilakukan di wilayah Kecamatan Jaken pada pagi hari.
Camat Jaken bersama kepala desa dan perangkat desa kemudian diperiksa di Polsek Sumber, Rembang.
“Awalnya diperiksa di pendapa, lalu sekitar pukul 01.00 dibawa ke Polres Kudus. Paginya langsung ke bandara,” tuturnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait rangkaian peristiwa tersebut. (*/him)
Editor : Abdul Rochim