PATI– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat dalam penanganan banjir yang melanda 136 desa di Kabupaten Pati.
Melalui kunjungan langsung ke lokasi pengungsian di Sidoharjo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi serta mempercepat pemulihan infrastruktur vital.
Dalam tinjauannya bersama Bupati Pati Sudewo dan Komisi VIII DPR RI, Sabtu (17/1), Kepala BNPB Suharyanto memaparkan tiga pilar utama penanganan yang sedang dijalankan.
Antara lain adalah modifikasi cuaca, penanganan infrastruktur, dan jaminan logistik.
Untuk menekan intensitas hujan yang masih tinggi, BNPB mengerahkan tiga pesawat gabungan dalam operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah.
Langkah ini krusial untuk mencegah debit air kembali naik.
Kemudian adalah pemulihan konektivitas infrastruktur.
BNPB menargetkan dalam dua pekan ke depan tidak ada lagi jalan atau jembatan yang terputus.
Fokus utama saat ini adalah pembangunan infrastruktur darurat pada titik-titik vital agar mobilitas warga dan distribusi bantuan tidak terhambat.
Selanjutnya adalah jaminan logistik dan kebutuhan dasar:
Suharyanto memastikan operasional dapur umum berjalan maksimal dengan kapasitas produksi hingga 2.000 porsi sekali masak.
"Dapur umum jalan terus sekali masak 2.000 porsi," tegasnya.
Selain makanan, BNPB juga mengawasi ketersediaan listrik dan kebutuhan dasar pengungsi yang saat ini mencapai 6.800 jiwa.
Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan apresiasinya atas respon cepat pemerintah pusat melalui BNPB.
Ia mengungkapkan bahwa penanganan darurat untuk tanggul yang jebol telah diintervensi langsung oleh BNPB.
"Tanggul-tanggul kecil kami tangani secara darurat, namun untuk penanganan yang bersifat permanen akan dibantu sepenuhnya oleh BNPB," ujar Sudewo.
Selain itu, data mengenai lebih dari 1.000 rumah warga yang rusak akan segera dikoordinasikan oleh BNPB bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, yang turut hadir dalam rombongan, menegaskan akan terus mengawal alokasi anggaran dan program pemulihan pascabencana agar Kabupaten Pati dapat segera bangkit dari dampak banjir besar tahun ini. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab