PATI - Arus lalu lintas di jalur Pantura Pati terpantau 1 kilometer padat merayap pada Jumat (16/1) pagi.
Kepadatan terjadi akibat genangan banjir yang masih menutup badan jalan di sejumlah titik, terutama di ruas Pati–Juwana–Rembang.
Salah satu titik genangan berada di depan PT Dua Putra, tepatnya di Jalan Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati.
Di lokasi tersebut, air banjir masih menggenang dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter, sehingga kendaraan yang melintas harus berjalan pelan.
Bahkan, sejumlah sepeda motor terlihat mogok karena nekat menerobos genangan air.
Akibat kondisi ini, antrean kendaraan dari dua arah mencapai sekitar satu kilometer.
Titik kepadatan lainnya terjadi di perempatan Lingkar Selatan Pati, tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.
Meski genangan air di kawasan ini sudah mulai surut, kondisi jalan yang berlubang dan rusak membuat kendaraan tidak bisa melaju normal.
Arus lalu lintas pun tersendat, baik dari arah Lingkar Selatan Pati maupun dari arah sebaliknya.
KBO Satlantas Polresta Pati, Iptu Muslimin, mengatakan bahwa hingga pukul 10.30 terjadi perlambatan arus kendaraan yang melintas dari Pantura Pati menuju Rembang.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh naiknya kembali air banjir di sisi timur jalur Pantura, ditambah volume kendaraan yang mulai padat.
“Tadi malam hingga pagi cuaca sempat cerah dan air sedikit surut, sehingga arus lalu lintas sempat lancar. Namun saat ini mulai ada perlambatan karena kendaraan sudah padat dan di sebelah timur ada air yang kembali naik ke jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat dua titik utama kepadatan arus.
Yakni di perempatan Widorokandang, yang merupakan akses keluar jalur Lingkar Selatan Pati menuju Juwana atau Rembang, serta di depan PT Dua Putra yang masih tergenang banjir.
“Masih ada dua titik, di Jalan Widorokandang dan sekitar depan PT Dua Putra. Kedalaman genangan air sekitar 20 sentimeter,” ujarnya.
Selain genangan air, kondisi jalan berlubang menjadi faktor utama penyebab kemacetan.
Banyaknya lubang yang dalam dan lebar membuat pengendara harus menghindar, sehingga mempersempit ruang kendaraan dan memicu perlambatan arus lalu lintas.
Yang paling parah itu, katanya, lubang jalan. Jumlahnya banyak, dalam dan lebar.
"Kendaraan harus menghindari lubang, sehingga biasanya yang lancar jadi melambat dan bahkan mengambil jalur berlawanan,” tambahnya.
Banjir di kawasan tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Simo yang menggenangi badan jalan sepanjang sekitar 300 meter.
Kondisi jalan yang rusak dan tertutup air membuat kendaraan melaju pelan dan memicu antrean panjang.
Antrean terparah terjadi dari arah Rembang atau Juwana menuju Kota Pati, dengan panjang mencapai sekitar tiga kilometer.
Sementara itu, dari arah Pati menuju Juwana atau Rembang, antrean kendaraan mencapai sekitar 500 meter.
Petugas kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu pengendara.
Beberapa pengendara sepeda motor yang mogok atau terperosok ke lubang jalan juga mendapatkan bantuan dari petugas.
Salah seorang pengguna jalan, Yusuf, mengaku telah terjebak kemacetan sejak pertigaan Sampang, Pati.
Ia menyebut panjang antrean kendaraan mencapai sekitar 1-2 kilometer.
“Dari Wedarijaksa mau ke Pati Kota, macetnya dari Sampang sampai pertigaan jalur Wedarijaksa,” ujarnya.
Yusuf juga mengatakan sepeda motor yang dikendarainya mogok setelah menerjang genangan banjir yang cukup dalam.
Sehingga ia terpaksa mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih aman.
“Tadi kena banjir di sini, lumayan dalam, motor saya mogok,” tuturnya. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim