PATI – Jalur alternatif Kudus – Kayen di Dukuh Poncomulyo Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo ditutup.
Hal ini karena banjir di lokasi itu semakin parah. Ketinggian air terus bertambah. Saat ini ketinggian air mencapai 60 centimeter. Total panjang jalan yang terendam sekitar 3 kilometer dari Kasiyan - Poncomulyo.
Diketahui debit air mulai naik pada Kamis (15/1) sehingga jalanan kemudian ditutup.
“Jalan masih ditutup mulai kemarin, karena banyak kendaraan roda dua dan roda emat kecil yang macet, serta ombak dari kendaraan lewat juga bikin resah warga karena ombaknya menghantam rumah,” jelas Kepala Desa Gadudero Agus Yulianto kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, kondisi jalanan saat ini terendam banjir antara 30 – 60 centimeter.
“Untuk truk masih bisa lewat, namun harus pelan – pelan supaya tidak menimbulkan ombak yang merusak rumah warga. Pertimbangan kami kalau ditutup total kasihan sopir – sopir karena dimana – mana banjir,” paparnya.
Kondisi banjir ini juga membuat sekolah – sekolah di desa ini tutup dan memberlakukan pembelajaran dari rumah melalui online.
Hal ini diungkapkan saah seorang guru SDN Poncomulyo Desa Gadudero Devi Rukmana.
“Ya ini pembelajaran daring, informasi dari penjaga sekolah airnya naik terus. Semua ruangan terendam banjir,” paparnya.
Di dalam ruangan ketinggian banjir sekitar 20 centimeter. Diketahui wilayah ini merupakan langganan banjir.
Tiap tahun selalu banjir, dan akses jalan sering ditutup karena tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.
“Padahal awal pekan depan di sekolah kami untuk pertama kalinya dapat program MBG,” pungkasnya.
Selain itu akibat banjir ini membuat sebagian pengguna jalan harus memutar melewati jalan lain. Dari arah Kayen ke Kudus maupun sebaliknya.
"Biasanya saya dari Kudus mau ke Kayen kan dekat lewat jalan ini. Sekarang ya lewat Jalan Pantura bisanya, tentu lebih jauh," ungkap Roni salah seorang warga Jekulo. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab