PATI – Banyak sungai mengalami pendangkalan dan banyaknya sampah rumpun bambu menyebabkan banjir banyak terjadi di mana – mana. Kondisi ini sekaligus memperparah banjir tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Pati telah berupaya keras melakukan penanganan darurat. Diantaranya dengan menerjunkan alat berat untuk membenahi tanggul sungai dan lainnya.
“Penanganan darurat saat ini, alat berat sudah kita kerahkan semua, termasuk juga alat berat milik BBWS Pemali Juana juga diturunkan 3 unit. Total ada 12 alat berat yang diturunkan termasuk alat berat yang kita sewa 4 unit dari swasta untuk membantu penanganan darurat ini,” jelas Bupati Sudewo.
Lebih lanjut, Bupati mengaku, Pemkab Pati juga telah bersiap untuk mitigasi banjir dengan membeli alat berat sendiri sebanyak 3 unit.
“APBD Tahun 2026 ini sudah kita anggarkan belanja 3 unit alat berat sehingga bisa membantu penanganan sungai yang dangkal, semoga diakhir bulan bisa dibelanjakan. Diharapkan ini dapat membantu penanganan,” lanjutnya.
Bupati Sudewo mengimbau masyarakat untuk tetap kompak dan tidak saling menyalahkan atas musibah banjir yang terjadi.
Menurutnya, banjir merupakan faktor alam yang juga dirasakan daerah lain.
“Mari kita bersatu padu membantu meringankan beban korban. Penanganan langsung yang kami lakukan adalah penyediaan makanan siap saji yang ditangani Pemkab Pati bersama TNI, Kementerian Sosial, relawan, Polri, dan berbagai unsur lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut Bupati Sudewo menjelaskan, penanganan jangka panjang akan dilakukan melalui APBD, Kementerian PUPR, dan BNPB.
Ia juga menyoroti penyebab utama banjir akibat melubernya sungai yang dipicu pendangkalan serta banyaknya akar bambu di alur sungai.
“Normalisasi sungai menjadi prioritas,” tegas Bupati Sudewo. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab