PATI - Kondisi memprihatinkan terlihat di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pati, Selasa (13/1/2026), pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu.
Endapan lumpur tebal masih menutupi hampir seluruh area sekolah, membuat aktivitas belajar mengajar terhenti.
Akibat kondisi tersebut, ratusan siswa terpaksa tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka. Lingkungan sekolah yang licin dan kotor dinilai belum aman untuk digunakan.
Guru SLBN Pati, Ali Shodiqin, menjelaskan bahwa air mulai masuk dan merendam area sekolah sejak Sabtu (10/1/2026) dini hari.
Menurutnya, ketinggian air di dalam kompleks sekolah tergolong ekstrem.
“Banjir mulai masuk sejak Sabtu fajar. Di dalam area sekolah, ketinggian air mencapai perut orang dewasa atau sekitar satu meter lebih. Kalau diukur dari jalan raya, bisa sampai dua meter karena posisi sekolah lebih rendah,” ungkap Ali saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, banjir kali ini meninggalkan dampak yang cukup serius. Selain endapan lumpur yang licin dan sulit dibersihkan secara manual, sejumlah sarana dan prasarana sekolah juga terdampak.
Bahkan, dua unit sepeda motor milik petugas keamanan sempat terendam karena air datang secara tiba-tiba.
Pihak sekolah juga mengkhawatirkan potensi banjir susulan, mengingat posisi bangunan yang lebih rendah dari jalan raya serta berdekatan dengan aliran sungai.
Terkait proses belajar mengajar, pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan siswa sementara waktu.
“Sesuai instruksi dari bidang kurikulum, untuk hari Senin dan Selasa siswa belajar dari rumah. Rencananya Rabu sudah masuk, tapi tetap melihat kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ali mengakui, pihak sekolah kesulitan jika harus membersihkan lumpur secara mandiri. Oleh karena itu, SLBN Pati telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu proses pembersihan.
“Insyaallah besok akan didatangkan mobil dari BPBD untuk menyemprot ruang kelas dan halaman. Kondisinya sangat licin dan sulit dibersihkan jika dilakukan secara manual,” katanya.
Saat ini, SLBN Pati tercatat memiliki sekitar 320 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Pihak sekolah berharap proses pembersihan dapat segera rampung agar para siswa berkebutuhan khusus tersebut bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Selain itu, derasnya arus banjir juga menyebabkan tembok pembatas sekolah di bagian belakang SLB Bina Citra jebol. SLB Bina Citra merupakan sekolah swasta yang berada tepat di samping SLBN Pati.
Tembok pembatas yang berbatasan langsung dengan sungai tersebut dilaporkan roboh sepanjang kurang lebih 10 meter. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab